Semarang (10/12) – Universitas Diponegoro turut berpartisipasi dalam acara launching dan penandatanganan MoU Peruri Research Institute for Auntheticity yang diselenggarakan oleh Peruri. Acara launching dan penandatanganan ini dilaksanakan secara virtual dengan dihadiri oleh perwakilan dari BUMN, Peruri, PT. Sicpa Peruri Securink, PT. Giesecke & Devrient Indonesia, serta perwakilan universitas yang mengundang Undip, UGM, USU, dan Unpad. Peruri Research Institute for Auntheticity (PRITA) dibangun sebagai pusat reseach security printing digital technology yang bertema integration solution and security printing. Dalam peluncurannya, Peruri menggandeng institusi dan mitra industri agar berkolaborasi mengembangkan digital printing di Indonesia.

Peluncuran PRITA bertujuan untuk membangun pusat riset yang maju di bidang teknologi. Bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, diharapkan semua pihak dapat bersinergi dengan baik dan menghasilkan kolaborasi riset yang mengagumkan. President Director Peruri, Dwina Septiani Wijaya, mengungkapkan bahwa komitmen ini dibentuk untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat terlebih di masa pandemi ini. PRITA mendukung program BUMN melalui kerjasama dengan institusi untuk memajukan bidang learning, research, dan development. Institusi riset memiliki sumber daya manusia yang membuat karya cipta inovatif secara mandiri dan memiliki daya saing global. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim, menegaskan dengan dibentuknya pusat riset ini dapat memperkuat kemampuan teknologi Indonesia. Beliau berharap sinergi yang baik terjalin antara Peruri dan perguruan tinggi sehingga dapat mengembangkan bisnis di dalam dan luar negeri untuk kemajuan bangsa.

Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. menghadiri acara yang digelar secara daring ini. Prof. Yos berharap agar kerjasama ini dapat menjadi faktor penting dalam kemanfaatan ekonomi yang dapat bermanfaat bagi semua pihak. PRITA resmi diluncurkan dengan penayangan authenticity video serta penandatanganan MoU secara virtual dengan para perwakilan institusi.