Semarang (16/12) – Undip kembali menggelar presentasi calon guru besar bertempat di Ruang Sidang Senat Akademik Undip yang dihadiri oleh Ketua, Wakil, dan Sekretaris Senat Akademik, dan juga Dewan Profesor. Rapat Pleno Dewan Profesor Senat Akademik ini diselenggarakan secara daring dan luring dan dimulai pada pukul 10:00 WIB.

Presentasi pertama oleh Dr. sc. Agr. Iwan Rudiarto, S.T., M.Sc., dosen Fakultas Teknik Undip yang memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Perencanaan dan Pengembangan Desa Inklusif: Pendekatan Multi Dimensi Perencanaan & Pengembangan Desa Berkelanjutan”. Kondisi dan perkembangan sosial ekonomi masyarakat desa berkaitan erat dengan adanya sumber daya, akan tetapi tingginya pergerakan warga desa menuju kota menyebabkan perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat desa. Faktor lain seperti faktor finansial, sosial, dan fisik yang disebut livelihood asset sangat mempengaruhi ketersediaan sumber daya lahan pedesaan. Diperlukan adanya permodelan sumber daya dan sosioekonomi pedesaan serta permodelan strategi pengembangan di masa depan. Dengan identifikasi karakteristik sosioekonomi secara spasial, dapat dilihat perbedaan signifikan daerah yang maju dan kurang maju, komparasi wilayah pedesaan, dan perbedaan tipologi. Environmental issue seperti degradasi lahan juga mempengaruhi ketahanan dan kondisi ekonomi masyarakat desa. Melalui penelitiannya, dosen yang juga anggota Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Nasional ini fokus pada perkembangan wilayah pinggiran dan pedesaan di Kota Semarang, dengan mengidentifikasi ketahanan desa (rural resilience), kerentanan dan mitigasi bencana di wilayah pesisir, dan penataan ruang desa dari aspek pemanfaatan sumber daya lahan.

Presentasi kedua disampaikan oleh Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Sc. yang merupakan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip. Berlandaskan fakta bahwa tingkat konsumsi ikan di Indonesia terus meningkat, beliau mengangkat tema “Inovasi Teknologi Asap Cair Untuk Pengolahan Hasil Perikanan Menuju Revolusi Industri 4.0 di Indonesia”. Salah satu produk utama hasil pengolahan ikan di Jawa Tengah yaitu ikan asap, dan kini dapat diolah dengan teknologi asap cair. Asap cair (liquid smoke) mempunyai banyak kelebihan dibanding metode pengasapan ikan secara konvensional, antara lain ikan dapat matang secara merata dengan lebih cepat, tidak gosong dan terhindar dari efek karsinogen, ramah lingkungan, dan sebagai pemberi rasa dan aroma asap (smoke flavours). Penggunaan teknologi asap cair tidak hanya untuk ikan asap, tapi juga dapat digunakan pada pengolahan ikan segar, bakso, nugget, dan bahan pangan lainnya. Pengembangan inovasi mesin asap cair ini didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

Hasil penelitian dari dosen FT dan FPIK Undip ini bertujuan untuk memecahkan masalah yang ada dalam masyarakat terutama di Semarang dan Jawa Tengah. Dengan penelitian ini diharapkan Undip dapat fokus meneliti wilayah Jawa Tengah dan pesisir utara Pulau Jawa dengan tema urbanisasi dan transformasi desa-kota. Dalam sektor perikanan, dengan teknologi asap cair Undip berkontribusi untuk eksplorasi potensi sumber daya hasil laut, meningkatkan efektivitas dan produksi olahan produk perikanan, serta memperluas akses pasar dengan manajemen lebih modern.