Sampai dengan saat ini, Undip terus melakukan investigasi perihal berita lebih dari 125 ribu data mahasiswa bocor yang diunggah di media twiter pada 5 Januari 2020. “Undip sudah melakukan tindakan cepat dengan memanggil pemilik akun yang memposting berita tentang data mahasiswa bocor”, terang Dwi Cahyo Utomo, Plt. Wakil Rektor III bidang Komunikasi dan Bisnis dalam wawancaranya pada Kamis(7/1).

“Hari Rabu (6/1) yang bersangkutan sudah dipanggil oleh Dekan Fakultas Teknik untuk dimintai keterangannya. Saat ini berkas laporan dari Fakultas Teknik sudah diserahkan di universitas untuk diproses oleh Tim Hukum Undip yang diketuai oleh Sukinta,SH.,M.Hum selaku Kepala Kantor Hukum Undip”, jelas Dwi Cahyo. “Untuk proses investigasi dan proses hukum, Undip membentuk tim internal dan juga tim eksternal yang mumpuni di bidangnya untuk akuntabilitas proses investigasi”, imbuhnya.

“Kita terus kaji dan dalami dengan meminta keterangan dari yang bersangkutan mengenai motif dari cuitan yang diunggahnya di twitter. Jika memang dalam proses investigasi didapatkan bukti pelanggaran, maka proses hukum akan berjalan”, tambahnya.

Dwi meminta kepada mahasiswa dan alumni untuk tidak panik karena data yang tersebar bukan data yang dikelola tim IT Undip. Sesuai keterangan yang diberikan sebelumnya bahwa hasil sementara proses investigasi tidak ditemukan tindakan peretasan pada server yang dikelola tim IT Undip. Dwi meyakinkan bahwa data yang dikelola tim IT Undip aman dan semua sistem dalam Single Sign On (SSO) aman dan berjalan lancar.