SEMARANG – Untuk mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0 Program Studi (Prodi)  Magister Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang melakukan penguatan sebagai strategi mendapatkan keunggulan yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain yang menyelenggarakan program studi sejenis. Dari berbagai kajian, Prodi Magister Susastra FIB Undip memilih penekanan pada pembaharuan dan inovasi pada proses penciptaan dan media karya sastra kekinian.

Ketua Prodi Magister Ilmu Susastra FIB UNDIP, Dr M Suryadi MHum, mengatakan terobosan dalam merespon pembaharuan dan inovasi tersebut adalah berorientasi pada pengajaran dan penelitian yang berfokus pada Sastra Avant Garde, Sastra Kontemporer, dan Sastra Virtual. ‘’Tiga konsentrasi pembelajaran itulah yang kami jadikan kekuatan karena itu yang tidak dimilki oleh penyelenggara program serupa di Tanah Air,’’ kata Suryadi, Senin (1/3/2021).

Menurut dia, Sastra Avant Garde, Sastra Kontemporer, dan Sastra Virtual beorientasi menekankan pembaharuan dan inovasi pada proses penciptaan karya sastra kekinian. ‘’Respon terhadap fenomena tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0 di bidang susastra,’’ jelasnya.

Konsentrasi pembelajaran tentang revolusi pada Sastra Avant Garde, Sastra Kontemporer, dan Sastra Virtual secara konkrit direalisasikan pada Kurikulum 2020 dan Kurikulum Merdeka. Program Strata-2 Susastra Undip memberikan bekal mahasiswanya dengan tiga konsentrasi yang ditawarkan dalam bentuk mata kuliah pilihan.

Sastra Avant Garde adalah sebuah gerakan dalam sastra mengenai pentingnya eksperimen sebagai sebuah perlawanan terhadap konvensi sastra yang sudah mapan. Adapun Sastra Kontemporer adalah sastra masa kini, sastra sezaman, sastra dewasa ini dan berusaha bergerak mendahului zamannya. Sedangkan Sastra Virtual adalah sastra yang ditulis melalui media virtual yang dapat diakses oleh pembaca di mana pun dan kapan saja, tidak dibatasi oleh ruang maupun waktu. Sastra ini terkait dengan kemajuan teknologi informasi dan media sosial,’’ ungkap Kaprodi Magister Susastra FIB Undip ini.

Dengan mempelajarinya, diharapkan para mahasiswa dapat berkiprah secara maksimal di era teknologi informasi yang berubah dengan cepat; namun tetap memiliki kompetensi yang relevan sehingga memiliki keunggulan dalam proses mengembangkan diri di masyarakat.

‘’Kompetensi terkait Sastra Avant Garde, Sastra Kontemporer, dan Sastra Virtual adalah bekal dari para mahasiswa untuk terlibat dalam menjawab tantangan zaman pada bidang penelitian, pengajaran, dan kritik sastra. Juga menghasilkan publikasi serta keahlian profesional yang inovatif dan berkualitas dalam bidang sastra. Termasuk mendukung menjadikan fakultas riset yang unggul di Asia Tenggara pada tahun 2025 dalam bidang kebudayaan yang meliputi sastra,’’ ungkap dia.

Yang pasti, beberapa mata kuliah yang dinilai memperkuat konsentrasi bagi mahasiswa yang mengambil konsentrasi Sastra Inggris atau Sastra Indonesia. Sebagai penguat keilmuan yang diperlukan, Magister Susastra Undip juga membekali mahasiswanya dengan pengetahuan penting lainnya melalui juga mata kuliah  Sastra Dunia, Metode Penelitian Sastra dan Kajian Budaya, Pokok dan Tokoh Sastra Inggris serta Pokok dan Tokoh Sastra Indonesia.

Sedangkan untuk mendukung penulisan akhir tesis, Prodi Magister Susastra memberi beberapa mata kuliah pilihan di antaranya Semiotika, Kajian Sastra Feminis, Estetika Sastra dan Budaya, Sastra Komparatif, Sosiologi Sastra serta Multikulturalisme dalam Sastra. Materi-materi tersebut disajikan oleh para pengajar yang empat di antaranya bergelar profesor.