Undip, Semarang – (15/3/2021) Masa pandemi tidak menghalangi tetap adanya wujud cinta kesenian oleh masyarakat Kampung Seni dan Budaya Jurang Blimbing, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pasalnya, pada era modern ini, kesenian memang perlu effort yang lebih agar tetap dicintai dan mempunyai rasa kepemilikan akan seni itu sendiri. Oleh karena itu, dalam rangka wujud pengabdian kepada masyarakat, Tim 1 KKN Tematik Undip 2021 menyelenggarakan pagelaran kesenian karawitan dan kuda lumping.

Pagelaran ini bekerja sama dengan Paguyuban Kuda Lumping Turangga Tunggak Semi serta Paguyuban Karawitan Budhi Laras. Kegiatan pagelaran kesenian ini mendapatkan dukungan positif dari Rektor Universitas Diponegoro dan Gubernur Jawa Tengah.

Acara berlangsung dengan lancar pada tanggal 12 Maret 2021 pembukaan serta penampilan karawitan yang dimulai pada pukul 19.30 WIB yang dilanjutkan esok harinya pada tanggal 13 Maret 2021 dengan penampilan kuda lumping.

Terdapat partisipasi aktif dan respon masyarakat yang positif mengenai kegiatan pagelaran ini. Tidak hanya pemain senior saja, namun banyak kontribusi dari IKADA (Ikatan Kawula Muda) dan anak-anak yang menjadi pemain pagelaran.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat terus melestarikan dan menjadikan rasa cinta terhadap kebudayaan, terutama kebudayaan karawitan dan kuda lumping.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, SH., MIP menyambut baik acara tersebut, Ganjar mengatakan bahwa di masa pandemi saat ini yang harus berdiri di barisan depan sebagai pemecah kebuntuan adalah kaum intelektual/ akademisi. “kekayaan intelektual dan wawasan ilmu yang luas mesti dipertanggungjawabkan kepada masyarakat agar berguna di kehidupan, kolaborasi intelektual dan seni dapat menjadi alternatif yang dapat dijalani”, Ujar Ganjar Pranowo.

Rektor Undip Prof. Yos johan Utama dalam sambutannya secara daring mengungkapkan rasa bangganya kepada mahasiswa KKN Tematik kali ini, karena para mahasiswa generasi penerus bangsa telah memberdayakan potensi- potensi atau kekuatan orisinil dari bangsa ini yaitu kesenian budaya.

Lebih lanjut, Prof. Yos juga mengatakan bahwa kesenian khususnya kuda lumping merupakan akar budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. “orang akan bangkit dan berkembang, karena dia memiliki satu budaya pantang menyerah didalamnya, itulah kekuatan dari budaya sumber pemersatu bangsa”, tutur Rektor.