Mulyo Hadi Purnomo bukanlah nama yang asing bagi para pegiat penyiaran di Jawa Tengah dan Indonesia. Ia juga dosen di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dan aktif sebagai pegiat seni di Semarang, pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Semarang serta terlibat dalam produksi beberapa film layar lebar. Sebagai akademisi Undip, pegiat seni, sekaligus menjabat Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo mengungkapkan bahwa amanah-amanah yang diembannya adalah untuk kemanfaatan bagi banyak orang atau hidup untuk sesama. “Saya ingin agar hidup saya memiliki manfaat bagi orang lain, dalam bidang apapun, kalaupun menjadi seniman adalah seniman yang benar-benar bisa menghibur, jika menjadi akademisi atau intelektual adalah yang bisa menyampaikan ilmunya dengan baik kepada mahasiswa dan bila menjadi komisioner KPI tentunya bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, selain itu kita jalani hidup ini dengan penuh keikhlasan” ucapnya.

Pendidikan sastra turut memegang peran penting dalam mendorong dan mengembangkan wawasan berpikir kritis serta membuka pemahaman masyarakat mengenai realita sosial, politik dan budaya. Menurut Mulyo dari karya sastra, kita bisa belajar pengalaman hidup orang lain, mengasah sensitifitas batin atau nurani. “Membaca karya sastra tidak semata-mata membaca halaman awal hingga akhir akan tetapi mendapatkan pesan atau amanat apa yang terkandung dalam sebuah karya, selain itu akan meningkatkan daya kritis kita terhadap persoalan lalu menganalisanya” ujarnya. “Dalam karya sastra misalnya novel, banyak pembelajaran hidup yang bisa dijadikan pengalaman dan biasanya ending cerita selalu yang baik, klise memang,  namun dari sanalah banyak pelajaran yang bisa dipetik bahwa segala sesuatu melalui proses-proses” lanjutnya.

Berbicara mengenai kehidupan sastra di Undip, menurutnya Fakultas Ilmu Budaya tidak mendidik mahasiswa untuk menjadi sastrawan tetapi menjadi kritikus-kritikus sastra dan jika ada yang bisa menulis puisi, menulis cerpen bahkan menerbitkan novel itu bisa merupakan efek dari menyukai atau gemar membaca karya-karya sastra, dan itu menambah point yang baik. Sedangkan harapannya untuk kemajuan Undip menuju World Class University, Undip harus terus mengembangkan, membangun dan menindaklanjuti kerjasama atau MoU dengan pihak-pihak lain karena hal tersebut sebagai keuntungan bagi Undip. “Kerjasama dilakukan agar nama Undip menjadi semakin berkibar di dunia  internasional, selain itu dosen-dosen dan mahasiswa bisa menunjukkan eksistensinya di negara lain atau kampus lain sehingga semakin terakui serta bisa saling bertukar pikiran dan pengetahuan” tandasnya. (Linda-Humas)