Dr. Paramita Prananingtyas

Peran dan pengelolaan pendidikan perguruan tinggi Indonesia dalam menghadapi daya saing di era globalisasi sangat diharapkan oleh berbagai pihak. Akreditasi sangat penting untuk menjadi perhatian perguruan tinggi sebagai salah satu indikator mutu. Globalisasi mengharuskan seluruh negara untuk dapat memberikan kualitas pendidikan tinggi yang setara dan diakui oleh negara lain. Termasuk upaya para pendidik melakukan transformasi pada mahasiswa sehingga mencetak lulusan yang memiliki kemampuan terukur sesuai dengan kriteria yang diakui oleh negara lainnya.

Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Universitas Diponegoro  turut berperan dalam program pelaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan akreditasi, dimana fungsi dari LP2MP Undip diantaranya adalah memonitor dan mengembangkan pelaksanaan audit mutu pembelajaran dan akreditasi akademik, melakukan aktifitas internasional melalui pelatihan serta pengembangan standarisasi mutu akademik.

“Akreditasi berbicara tentang institusi karena akreditasi merupakan suatu rangkaian kegiatan pengakuan formal oleh suatu institusi yang berwenang untuk menyatakan bahwa suatu lembaga, institusi atau laboratorium itu memiliki kompetensi serta berhak untuk melaksanakan penilaian kesesuaian sesuai dengan persyaratan atau standar tertentu. Jadi ada suatu badan yang akan melakukan penilaian terhadap badan yang lain”, jelas Dr. Paramita Prananingtyas, SH., LLM., selaku sekretaris LP2MP Undip sekaligus dosen Fakultas Hukum Undip dalam interview pada Kamis(18/3).

Paradigma penting dari proses akreditasi internasional merupakan target besar dari setiap perguruan tinggi dan akreditasi internasional program studi adalah salah satu langkah strategisnya sebab langsung menunjukkan kualitas outcomes pendidikan. “Dengan memiliki cap akreditasi internasional maka mutu lulusannya akan diakui secara internasional yang nanti akan ada implikasinya pada kemudahan mobilitas bagi lulusan untuk bisa bekerja di pasar global” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sesuai dengan target atau IKU (Indikator Kinerja Utama) Undip PTN BH bahwa jumlah prodi terakreditasi internasional harus selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun. “LP2MP akan selalu mendorong, mendampingi dan membantu semua  prodi di Undip agar terus tergerak untuk ikut akreditasi internasional. Pencapaian akreditasi internasional akan meningkatkan IKU Undip dan akan membawa nama Undip semakin harum di kancah nasional maupun internasional, selain itu alumni-alumni akan merasakan manfaat yang maksimal” ungkapnya.

Prinsip-prinsip rekognisi internasional bertujuan untuk memperluas akses dan mengembangkan pendidikan tinggi serta mendukung pengembangan kemitraan dan kerjasama internasional. Mita menyampaikan, Undip  telah melakukan pendekatan dan kontrak dengan dua lembaga akreditasi internasional yang kredibel dan diakui oleh Kemendikbud. “FIBAA atau Foundation for International Business Administration Accreditation adalah lembaga akreditasi dari Jerman dan termasuk lembaga akreditasi internasional yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, selanjutnya Undip bekerjasama dengan ASIIN atau Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics yang merupakan lembaga akreditasi internasional yang juga berasal dari Jerman dan kedua lembaga ini diakui oleh dunia” tuturnya.

LP2MP Undip akan berupaya sekuat tenaga meraih target menjadi perguruan tinggi berdaya saing global, berkualitas internasional, menuju World Class University, salah satu langkah nyatanya adalah melalui peningkatan jumlah program studi yang terakreditasi internasional. “Kita harus tetap semangat dan mengedepankan kejayaan Undip” pesannya. (Linda-Humas)