Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) Universitas Diponegoro merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh Universitas Diponegoro bagi para mahasiswanya yang memenuhi ketentuan yang berlaku. Universitas Diponegoro, setiap tahunnya menerima mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah, bahkan dari mancanegara.

Menurut Ki Hajar Dewantara, ada tiga pusat pendidikan, yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat. Rusunawa dapat mewakili dua pusat pendidikan, yaitu: keluarga dan masyarakat. Kehidupan di Rusunawa dipandang sebagai kehidupan keluarga, didalamnya terjadi interaksi antar penghuni  sebagaimana interaksi sesama saudara sedangkan interaksi antara penghuni dengan Pengelola Rusunawa sebagai bentuk interaksi antara anak dengan orang tua. Penghuni Rusunawa datang dari berbagai daerah atau negara dengan kultur dan karakteristik berbeda-beda, interaksi kehidupan dalam heterogenitas inilah menjadi gambaran kehidupan bermasyarakat.

Lalaina Tienh Andriamampionona adalah salah satu mahasiswa luar negeri yang berasal dari Madagascar yang tinggal di Rusunawa Undip dan tengah menyelesaikan program Doktor Ilmu Sosial Undip dengan konsentrasi Ilmu Politik. Melalui wawancara, pada selasa (23/3) mahasiswa yang akrab dipanggil Laina ini mengisahkan pengalamannya tinggal di Rusunawa dan kesibukannya menjalani perkuliahan di Undip.

“Awal datang di Undip tahun 2016, waktu itu saya belum bisa Bahasa Indonesia sama sekali dan masih sangat bingung, tetapi ternyata teman-teman Indonesia sesama penghuni Rusunawa sangat ramah, mereka sering menyapa saya, pada akhirnya bisa akrab. Saya diajak jalan-jalan di kampus Undip bahkan dikenalkan beberapa tempat-tempat di kota Semarang, semua itu membuat saya merasa nyaman dan semakin banyak teman” ungkapnya.

“Bagi saya Rusunawa dan Undip adalah tempat yang akan selalu saya kenang, sebelumnya saya mengikuti program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang  atau Developing Countries Partnership, walaupun saat itu saya mendapat kesempatan untuk memilih universitas lain, tetapi hati saya langsung tertarik ke Undip, kemudian saya mencari informasi mengenai profile Undip di internet, dari situ keinginan saya semakin besar untuk memilih Undip sebagai pilihan studi saya” lanjutnya.

Menurut Laina, Rusunawa Undip sebagai rumahnya selama tinggal di Indonesia, telah memberikan yang terbaik, keamanan terjaga, tempat belajar yang kondusif, para pengelolanya perhatian dan memiliki rasa peduli terhadap penghuni. “Selama pandemi ini kita memang belum banyak kegiatan di Rusunawa, jadi bisa lebih fokus belajar dan mengerjakan tugas-tugas perkuliahan” kata mahasiswi yang piawai bermain gitar ini. Ia berharap semoga kedepan sarana prasarana serta kegiatan-kegiatan mahasiswa Rusunawa semakin ditingkatkan agar mahasiswa-mahasiswa semakin nyaman.

“Undip merupakan bagian penting dari kehidupan saya, dimana saya benar-benar membuka mata tentang kehidupan yang sebenarnya, tidak hanya dari sisi akademis tapi pengalaman hidup ketika berada jauh dari negara asal” terangnya. “Saya berharap kita sebagai generasi muda harus tahu visi hidup ini mau apa, jangan menyia-nyiakan kesempatan, mesti bijaksana dalam menjalani hidup salah satunya dengan memiliki target. Kita mulai menata diri kita, mau mencari ilmu apa atau mau expert dibidang apa, jadi tidak membuat kita menjadi generasi yang ikut-ikutan dan tentunya terus bersemangat dalam menghadapi segala tantangan” pesannya.

“Dalam upaya mendukung Undip menuju World Class University, sebagai mahasiswa mesti mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, salah satunya bisa dengan membuat komunitas-komunitas untuk belajar bahasa inggris atau sharing berbagai ilmu apa saja untuk mengembangkan pengetahuan” pungkasnya. (Linda-Humas)