SEMARANG – Sekolah Pasca Sarjana Universitas Diponegoro (UNDIP) mengundang para akademisi dan mahasiswa untuk untuk berpartisipasi dan menyampaikan gagasan serta karya ilmiahnya pada The International Conference on Energy, Environment, Epidemiology and Information System (ICENIS) ke-6 yang dijadwalkan berlangsung 4-5 Agustus 2021. Adapun tema yang ditetapkan penyelenggara adalah “The Impacts of Covid-19 Pandemic on Water, Environment, Energy, Information System and Strategies for their Adaptation and Mitigation”.

Ketua Panita ICENIS ke-6 Sekolah Pasca Sarjana Undip, Prof Dr Tri Retnaningsih Soeprobowati MAppSc, mengatakan tujuan ICENIS adalah sebagai forum untuk berbagi, mendiskusikan ide-ide bagi peneliti, mahasiswa serta bagi kalangan industri untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian di bidang energi, lingkungan, epidemiologi, sistem informasi serta pengembangan budaya dan lingkungan pesisir. “Forum ini juga dirancang untuk memfasilitasi terbentuknya jaringan diantara partisipan konferensi sehingga dunia riset dan pengembangan makin meningkat kualitasnya,” kata Prof Tri  Retnaningsih Soeprobowati, Selasa (6/4/2021).

Menurut dia, karena dalam kondisi pandemi Covid-19 panitia memilih cara penyelenggara secara online sehingga peserta yang ikut tak dibatasi jumlahnya, namun tetap aman. “Kita tidak membatasi jumlah peserta, bahkan peserta dari luar negeri tidak kita kenakan biaya registrasi alias gratis,” tambah dia.

The International Conference on Energy, Environment, Epidemiology and Information System (ICENIS) adalah konferensi internasional tahunan yang diselenggatakan oleh Sekolah Pasca Sarjana Universitas Diponegoro yang menghadirkan pembicara dengan reputasi internasional dari berbagai perguruan tinggi dari lima benua. ICENIS yang pertama digelar tahun 2016 menampilkan pembicara dari perguruan tinggiAmerika Serikat, Australia dan berbagai negara Asia. Seluruh artikel ilmiah yang diterima sejak ICENIS 1 – 5 sudah dipublikasikan dalam Advanced Science Letters Vol 23 Number 3 March 2017 pp 2197-2635, E3S Web of Conferences Vol 31 (2018), E3S Web of Conferences Vol 73 (2018), E3S Web of Conferences Vol 125 (2019), dan E3S Web of Conferences Vol 202 (2020).

Untuk ICENIS ke-6 penyelenggara juga sudah melakukan kontrak untuk publikasi dengan E3S Web of Conference sehingga ada jaminan prosiding akan terbit tahun ini juga. Kesempatan mengirimkan abstrak artikel ilmiah dibuka sampai sebelum 30 April 2021 dengan mengirimkan manuskrip ke https://icenis.undip.ac.id/submission-and-registration/.  Tema yang dipilih tahun ini adalah dampak pandemi Covid-19 (coronavirus disease 2019)  terhadap air, lingkungan, energi dan sistem informasi, bagaimana adaptasi dan mitigasinya.

Pembicara yang akan tampil pada konferensi tahun ini berasal dari lima benua. Nama-nama yang ada diantaranya Prof Dr Peter Gell dari Federation University Australia yang akan menyajikan tema “Comparing Catastrophes: The Influence of Impacts and Timelines on Prioritising Crises”; kemudian Prof Dr Magaly Koch dari Boston University United States dengan tema “Observing Water Resources from Space: From Flood Monitoring to Groundwater Assessment”;  Prof Dr Fatimah Md Yusoff dari University Putra Malaysia dengan topik “Impacts of Covid-19 on the Aquatic Environment and Potential Implications on Aquaculture and Fisheries Industries”.

Tak ketinggalan akademisi Universitas Indonesia yang sekarang menjabat Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof drh Wiku Adisasmita MSc PhD yang akan menyampaikan paparan berjudul “A Global perspective of learning from covid-19 pandemic in present and future”; juga Dr Ruandha Agung Sugardiman dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan tema “The Impact and Lesson Learnt of Covid-19 Pandemic to the First NDC Indonesia” dan Dr Budi Warsito dari Sekolah Pasca Sarjana Undip http://pasca.undip.ac.id/v3/ dengan tema “Machine Learning Algorithm for Modeling Confirmed Cases of Covid-19”.

Ada lagi pembicara yang memiliki reputasi internasional, yang kehadiran dan kelilmuannya menarik untuk disimak berkait dengan wabah Covid-19, yakni kehadiran Prof  Robert Peacock. Sosok yang sekarang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Viktimologi Sedunia (World Society of Victimology) tersebut dijadwalkan akan menyampaikan kajiannya tentang wabah corona dengan suatu pendekatan atau studi tentang korban suatu wabah termasuk hubungan korban dan pelaku serta interaksinya dengan sistem keadilan. “Ini pertama kalinya ICENIS berhasil medatangkan pakar humaniora internasional,” tukas Prof Retnaningsih yang juga guru besar ilmu biologi ini.