SEMARANG- Program Studi (Prodi) S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Diponegoro (UNDIP), menyelenggarakan kuliah umum daring dengan menghadirkan guru besar dari Universitas Chuo Tokyo Jepang, Prof Hisanori Kato. Kehadiran Kato-San yang mendalami bidang sosiologi  dan filsafat serta dikenal sebagai peneliti yang paham tentang Indonesia diharapkan mampu membuka pemahaman mahasiswa tentang relasi Indonesia-Jepang secara aktual.

Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Bahasa dan Budaya Jepang FIB UNDIP, Budi Mulyadi SPd Mhum, mengungkapkan selain kepakarannya, pemahaman tentang Indonesia dan Jepang yang dimiliki Prof Hisanori sangat dibutuhkan sebagai bekal mahasiswa yang mendalami budaya dan bahasa Jepang. “Karena kondisi pandemi, kuliah umum kita lakukan secara daring,” kata Budi Mulyadi, Rabu (7/4/2021).

Menurut Budi, pemahaman tentang Indonesia selain diperoleh melalui penelitian-penelitian yang dilakukan, juga dilandasi pengalaman nyata. Prof Hisanaro pernah tinggal selama sepuluh tahun di Indonesia dan menjadi pengajar di sebuah universitas terkenal di Jakarta. Dia juga pernah tinggal lama di Amerika Serikat (AS), Australia dan Philipina “Paduan kepakaran dan pengalaman nyata beliau sangat membantu untuk membuka wawasan para mahasiswa,”tambah dia.

Selama di Indonesia, Hisanaro diketahui melakukan penelitian tentang agama Islam di Indonesia. Karena itu dia pernah secara langsung mewawancarai Gus Dur dan Abu Bakar Ba’asyir. Hasil penelitiannya dituangkan dalam buku yang ditulis dan diterbitkan oleh Kompas. Beberapa judul buku ynag dia tulis adalah “Islam di Mata Orang Jepang: Ulil, Gusdur sampai Basyir; “Kangen Indonesia, Agama dan peradaban””.

Dalam kuliah umum selama dua jam tersebut, Hisanori Kato menjelaskan tentang hasil penelitiannya selama di Indonesia tentang kodisi Islam dalam kehidupan masyarakat Indonesia. ‘’Prof  Hisonari juga membandingkan dengan kondisi agama di Jepang. Ada perbedaan yang sangat signifikan mengenai sudut pandang masyarakat Indonesia dan masyarakat jepang terhadap agama,’’ jelasnya.

Beberapa nukilan kuliah umum Hisanori Kato menyimpulkan bahwa Islam bukan agama kekerasan, adanya keberagaman dalam agama Islam, agama Islam mengurus masalah sosial dan agama islam memperkuat sosial kapital.

Acara kuliah umum secara daring pada 27 Maret 2021 ini diikuti oleh kurang lebih 250 mahasiswa Prodi S1 Bahasa dan kebudayaan Jepang, juga beberapa dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Undip. Suasana perkuliahan cukup hidup dan interaktif, apalagi Hisanori cukup fasih berbahasa Indonesia. Memang konteksnya adalah Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, sehingga kuliah umum ini lebih pada upaya membangun pemahaman yang kuat mengenai budaya Jepang, dan persepektif orang Jepang terhadap Indonesia.