Pada masa seperti ini, kreativitas dan inovasi menjadi kunci penting untuk kepastian pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Kerja keras pihak terkait demi mempersiapkan para mahasiswa menjadi pribadi yang terampil, lentur dan ulet. Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sesuai Permendikbud No 3 Tahun 2020 memberikan hak kepada mahasiswa untuk 3 semester belajar di luar program studinya. Mahasiswa berhak untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-citanya. Keyakinan dari kebijakan ini  didasari pada pembelajaran yang dapat terjadi di manapun, tidak terbatas di ruang kelas, laboratorium maupun perpustakaan tetapi juga di desa, industri, tempat-tempat kerja, pusat riset maupun di masyarakat.

Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro mendukung penuh program merdeka belajar kampus merdeka. Salah satu dukungan FSM ditunjukkan melalui kegiatan workshop hari ini yaitu pelatihan penyusunan RPS untuk kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Dengan menggunakan dasar kurikulum tahun 2020, RPS yang akan dirancang ini nantinya akan diterapkan pada mahasiswa dengan menggunakan S-method. Farikhin, S.Si., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan 1 Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro dalam laporannya mengatakan bahwa FSM ingin mewujudkan kurikulum MBKM sesegera mungkin untuk mendukung Permendikbud terkait merdeka belajar kampus merdeka dan juga untuk mendukung pengajuan prodi baru di lingkup FSM.

Dekan Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Widowati, S.Si., M.Si. menyampaikan dalam sambutannya mulai tahun 2020/2021 pembelajaran perlu dilengkapi dengan RPS (Rencana Pembelajaran Semester). RPS ini merupakan dokumen perencanaan panduan bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan selama satu semester untuk mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan untuk mendukung kebijakan MBKM di lingkup Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro. RPS dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama team teaching atau bersama-sama dengan kelompok bidang keahlian sesuai dengan bidang ilmu pengetahuan dalam suatu program studi yang ditetapkan dalam suatu mata kuliah.

Materi pertama yang disampaikan dalam workshop oleh Dr. Ir. Subandino, M.App.Sc., mengenai Best Practices penyusunan RPS Kurikulum MBKB dengan metode pembelajaran Case Method atau team-based project. Prof. Dr. Widowati, S.Si., M.Si., menyebutkan jika pemecahan kasus menjadi satu dari delapan indikator kinerja utama PTNBH yang disajikan dalam bentuk  persentase mata kuliah program sarjana yang menggunakan metode pembelajaran dengan pemecahan kasus atau pembelajaran kelompok berbasis project. Metode ini merupakan bagian dari student method atau S-method. Pemateri kedua oleh Sudarno, M.Si., yang menyampaikan terkait analisis pembelajaran yang dapat diterapkan dalam RPS yaitu blended dan flipped, rencana penugasan mata kuliah portfolio, penilaian dan evaluasi, rubrik analitik penilaian dan ketercapaian CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan).

Diskusi dari workshop penyusunan RPS sangat atraktif. Banyak dari peserta menunjukkan partisipasinya dalam berdiskusi dengan pemateri agar dapat Menyusun RPS secara mandiri untuk mata kuliah yang diampu. Tidak sedikit dari peserta yang merasa agak bingung dalam Menyusun RPS dengan menggunakan metode blended atau flipped tetapi narasumber dengan sabar menjawab dan memberikan solusi kepada peserta workshop. Prof. Dr. Widowati, S.Si., M.Si., mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan yang sangat relevan ini dapat menjadi inspirasi kepada para dosen untuk Menyusun RPS agar MBKM dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya di lingkup Fakultas Sains dan Matematika. (Diska-Humas)