Program kampus merdeka, merdeka belajar yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim terus dikembangkan di berbagai perguruan tinggi. Tidak terkecuali Universitas Diponegoro, utamanya Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP Undip). FPP Undip tidak hanya membuat program pertukaran mahasiswa ke kampus lain, tetapi lebih dari itu FPP Undip ingin mengkoneksikan antara kampus dan industri. Lewat kerjasama dengan PT. Charoen Pokphand, FPP Undip membuat program Entrepreneur Training Center (ETC).

Dalam program ETC diharapkan mahasiswa FPP Undip yang berjumlah 30 anak dan berasal dari 3 prodi yaitu Peternakan, Agribisnis dan Teknologi Pangan bisa merasakan pengalaman nyata bagaimana rasanya bekerja di salah satu industri peternakan terbesar di dunia. Seperti yang disampaikan Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian, Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, M.S., M.Agr., IPU., pada acara pemberangkatan mahasiswa peserta program ETC pada hari ini, Sabtu(10/4) bertempat di Dekanat FPP Undip,bahwa ETC adalah program link and match antara mahasiswa, akademisi, praktisi dan perusahaan. Jarang sekali antara akademisi dan praktisi bisa berkoordinasi sehingga terkadang apa yang di kelas tidak koheren dengan apa yang ada di lapang. Ditambah fenomena banyak lulusan yang tidak bisa diserap oleh industri salah satunya karena mereka tidak memenuhi kualifikasi. “Dengan program seperti ini diharapkan mahasiswa bisa tahu sejak dini apa yang dibutuhkan oleh industri dan akademisi bisa bersinergi dengan industri serta praktisi untuk mengembangkan sektor peternakan dan pertanian ke depannya”,jelas Prof.Bambang WHEP, sapaan akrab beliau.

Pada program ETC ini, akan dilakukan selama 18 minggu yang terbagi dalam 6 minggu sesi kelas di kampus, 10 minggu kegiatan magang (kebun holtikultura, kandang closed house dan toko prima freshmart), dan 2 minggu melaksanakan penyusunan rencana bisnis dan praktek usaha. Pada hari Sabtu, 10 April 2021 sudah diadakan acara pelepasan bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan magang di lapang. Sebelumnya mahasiswa juga sudah mendapatkan 6 minggu sesi teori di kelas oleh para akademisi di FPP Undip. Kurikulum yang dibangunpun sudah disesuaikan antara kebutuhan industri dan kepakaran akademisi. Disamping itu, program ETC juga mendatangkan para praktisi sektor perunggasan agar bisa memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa berwirausaha di sektor peternakan juga sangat menjanjikan. Sebelum turun ke lapangan dan selama program pun, mahasiswa difasilitasi untuk melakukan rapid test guna mengetahui kondisi kesehatannya. Mengingat kondisi sekarang yang sedang dilanda pandemi Covid-19.

Ir. Syafri Afriansyah, MBA selaku Koordinator Program ETC dan Komisi Perencanaan dan Pengembangan Program Charoen Pokphand Foundation Indonesia juga menyampaikan bahwa dengan adanya program ini diharapkan bisa memperkenalkan dunia usaha peternakan ke para mahasiswa, baik yang nantinya ingin bekerja di industri peternakan, berwirausaha, atau bahkan menciptakan startup yang fokus ke sektor peternakan dan pertanian. “Di sisi lain, program ini akan menjadi penguat jejaring antara akademisi dan industri”,ungkapnya. Akademisi yang kerap melakukan penelitian diharapkan hasilnya bisa diaplikasikan oleh industri. Maju bersama, bergerak beriringan, untuk kemajuan sektor peternakan dan pertanian di Indonesia. (Kadhung,ed.Utami)