SEMARANG – Tidak banyak yang tahu kalau ada kesamaan antara kepemimpinan Prof. Dr. Widowati S.Si., M.Si. dengan Presiden Joko Widodo. Keduanya memiliki periode tahun jabatan yang sama, 2015-2019 dan 2019-2024. Masa tugasnya juga sama-sama akan berakhir di tahun 2024, meski Prof Wiwied –begitu dia biasa disapa, akan berakhir di Bulan April, sementara Presiden Jokowi masa jabatan keduanya akan berakhir pada Bulan Oktober 2024.

“Itu permainan matematika sederhana yang sering kita pakai dalam wacana publik. Menarik kan?,”ujar Guru Besar Matamatik di Fakultas Sains dan Matematika(FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP), setengah berkelakar. Sebagai orang yang menekuni ilmu matematika, dia berharap matematika tidak selalu dikonotasikan sebagai dahi berkerut. “Matematika itu asyik kok,”tambahnya.

Lulus dan menjadi penerima Piagam Penghargaan Lulusan Terbaik Program Sarjana Universitas Diponegoro Tahun 1993, Widowati kemudian mengabdi di almamaternya sebagai pengajar di program studi yang waktu itu masih bernama Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam(FMIPA). Kecintaannya pada matematika mendorongnya belajar lebih jauh dengan menempuh studi S2 Matematika di FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Magister Sains (MSi) di tahun 2000. Tak mau menunggu terlalu lama, satu tahun berikutnya dia lanjut ke jenjang S3 dan lulus sebagai Doktor Ilmu Matematika dari ITB pada Februari 2005.

Kembali ke kampus yang merupakan almamater sekaligus tempat mengabdinya, selain intens melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan mengajar, meneliti dan melakukan pengabdian masyarakat,  pemilik Scopus ID:  8255360300 serta Orchid ID: 0000-0002-4372-6501 ini juga aktif menulis di jurnal ilmiah. Sudah banyak buku dan manuskrip yang dihasilkannya, “Tapi sebagai akademisi kita harus terus menulis dan meneliti,” dia menyatakan.

Dinamika di lembaga pendidikan tinggi yang memiliki banyak dimensi membawanya juga ke jenjang karir di jabatan struktural. Pada Bulan Januari 2008, sebagai doktor ilmu matematika dia mendapat amanah sebagai Ketua Jurusan Matematika di FMIPA Undip. Menjelang jabatannya berakhir, Widowati mendapat amanah baru sebagai Pembantu Dekan II FMIPA yang sekarang bernama FSM Undip periode 2011-2015.

Meski tapak karir di jabatan struktural mulai terlihat, sosok yang sudah menghasilkan puluhan publikasi ilmiah dan buku ini terus menjalankan perannya sebagai akademisi dengan menulis dan melakukan penelitian. Buah dari ketekunannya pun tiba: Pada 10 Mei 2014 Widowati dikukuhkan sebagai guru besar di FSM Undip. Adapun Surat Keputusan guru besar tmt pada 1 Februari 2014.

Bagaimanapun guru besar adalah status yang diidamkan semua akademisi karena merupakan pencapaian tertinggi. “Saya bersyukur bisa mencapai jenjang profesor. Gelar ini bukan hanya pengakuan tapi juga mengandung tanggung jawab,” tutur Prof. Wiwied.

Dengan karir yang baik, dia tidak melupakan kodratnya meskipun sudah memperoleh pendidikan maupun karier yang tinggi. Karir yang baik justru menjadi nilai tambah bagi wanita agar lebih cerdas dalam managemen waktu untuk urusan karier, rumah tangga, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Semuanya harus berjalan dengan seimbang dan harmonis.

“Saya berharap  akan lahir kartini-kartini muda, kaum wanita dapat terus  terpacu  semangatnya, kreatif dan inovatif  untuk berkarya dengan sepenuh hati, tenaga, dan pikirannya dalam rangka memajukan bangsa ini sehingga dapat setara dengan negara-negara maju dengan tetap mempertahankan karakter dan wawasan kebangsaan Indonesia,” urai dia.

Momentum besar lain terjadi pada 16 April 2015. Tak sampai setahun tetelah mendapat gelar guru besar, Prof. Dr. Widowati, S.Si., M.Si.  dilantik sebagai Dekan FSM oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. Prof. Wiwied menggantikan seniornya Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA yang dikenal sebagai pakar fisika plasma.

Saat pelantikan, Prof. Yos Johan meminta sebagai dekan baru Prof. Widowati mampu membawa FSM berkembang lebih baik lagi dan mampu menghasilkan banyak penelitian ilmiah. “Saya berharap Prof. Widowati dapat mengemban amanah ini dengan baik agar berujung pada kesuksesan,” kata Rektor saat memberi amanat.

Prof. Yos selaku Rektor mengingatkan Undip terus dituntut untuk tampil unggul dan menjadi rujukan. “Hal ini bermakna bahwa kita harus bisa dirujuk masyarakat dan perguruan tinggi lainnya supaya menandakan bahwa kita benar-benar berkualitas dalam bertridarma perguruan tinggi. Contohnya dalam hal pendidikan, karya penelitian, produktivitas keilmuan, dan pengabdian,” katanya.

Dipandang berhasil memimpin fakultas yang mewadahi ilmu pengetahuan yang dikonotasikan serius dan sulit, Prof. Wiwied mendapat kepercayaan melanjutkan kepemimpinannya di FSM Undip yang saat ini mengelola 11 program studi baik jenjang S1 maupun S2.

Memimpin fakultas dengan bidang keilmuan yang “masuk kategori berat” menuntut kerelaannya mengajarkan dan mempopulerkan Matematika dan ilmu alam, termasuk ilmu komputer/informatika dan Statistika kepada masyarakat luas. Karena itu, berbagai kegiatan seperti menjadi juru lomba matematika dijalaninya dengan sepenuh hati. Termasuk mengisi kuliah umum bagi para mahasiswa matematika maupun mahasiswa dari program studi lain di berbagai kampus. Selain itu, Prof. Wiwied juga aktif melaksanakan kegiatan seperti menjadi Penguji Eksternal(external examiner) disertasi dari berbagai Perguruan Tinggi dan menjadi narasumber berbagai kegiatan workshop/lokakarya.

Di forum-forum seperti itu sebagai guru besar matematika selalu dinyatakannya bahwa  Matematika dan ilmu alam itu bukan saja penting, tapi menarik dan bermanfaat untuk dipelajari. Apabila matematika bisa maksimal penerapannya, maka masyarakat bahkan pemerintah akan sangat terbantu dalam perbaikan kualitas ekonomi dan sosial.

Tanggung jawab sebagai ilmuwan selain diwujudkan dalam publikasi karya ilmiah dan penelitian, juga diwujudkannya dengan menghasilkan hak cipta dan paten yang menandai temuan-temuan yang bisa dihilirisasi dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Ada sebanyak 20 HKI (hak cipta dan paten) yang sudah granted. Di antaranya, Hak Cipta untuk “Metode Kendali Diskrit: Teori dan Simulasinya” yang terdaftar dengan nomer EC00201930579 No. HKI: 000135539; dan bersama tim telah menghasilkan paten berupa Alat Penggulung Jaring/Net Ganda (Double Net Roller) Untuk Keramba Jaring Apung Bertingkat yang mendapatkan nomer pendaftaran PID201903866; paten sederhana Canting Cap Kristalografi dengan nomor Pendaftaran : S00201605160 dan No.HKI : IDS000001908.

“Matematika dan sains jangan distigma sebagai momok. Jangan sampai stigma menjauhkan anak-anak kita dari Matematika dan sains karena ini akan membantu untuk mewujudkan kehidupan bersama yang lebih baik,” pesan Prof. Widowati. (tim humas)