SEMARANG – Agenda rutin Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan Universitas Ryukyus Okinawa Jepang terkendala pandemi Covid-19. Empat mahasiswa Undip yang terpilih sebagai kandidat student exchange 2021 belum bisa diberangkatkan karena Pemerintah Jepang belum memberikan ijin masuknya WNI ke wilayahnya.

Dari kiri: Felix Reviandy Tyas Putra, Shafa Natasyah Salsabila, Nida Khairunisa, dan Aulia Shidqin A.

Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Bahasa dan Budaya Jepang FIB Undip, Budi Mulyadi S.Pd M.hum, mengatakan proses seleksi dan pembekalan program pertukaran mahasiswa sudah selesai. “Untuk agenda tahun 2021, kami sudah menyeleksi dan menetapkan empat mahasiswa kami sebagai kandidat terpilih. Namun karena kondisi Covid-19 belum bisa diberangkatkan,” kata Budi Mulyadi, Senin (26/4/2021).

Dari hasil seleksi yang dilakukan pengelola program, empat mahasiswa yang dipilih untuk diberangkatkan ke Universitas Ryukyus Okinawa pada tahun 2021 adalah Felix Reviandy Tyas Putra, Shafa Natasyah Salsabila, Nida Khairunisa, dan Aulia Shidqin A. Menurut Budi Mulyadi, untuk mengikuti program ini tidaklah mudah. Mereka harus mengikuti berbagai tahap dalam proses seleksi untuk bisa terpilih.

Adapun serangkaian proses seleksi selain tes tertulis, juga dilakukan wawancara. Artinya, tidak bisa mahasiswa yang berminat ikut program serta merta akan diterima dan diberangkatkan dalam program pertukaran mahasiswa.

Untuk meningkatkan jejaring dan meningkatkan wawasan para mahasiswanya, Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB Undip melakukan banyak kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri maupun dalam negeri. Kerja sama sama itu juga dilakukan dengan sejumlah instansi dan lembaga yang dipandang relevan. Di antara kerja sama yang disepakati adalah program pertukaran mahasiswa (student exchange)

Dalam program student exchange dengan Ryukyus University, setiap tahun sedikitnya empat mahasiswa Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Undip diberi kesempatan belajar bahasa dan kebudayaan Jepang antara setengah tahun sampai satu tahun di universitas yang berada di Okinawa tersebut.

University of the Ryukyus (Ryukyu Daigaku) yang biasa disingkat Ryudai adalah universitas nasional yang letaknya paling barat di wilayah Jepang. Ryudai merupakan universitas negeri terbesar di Prefektur Okinawa yang berdiri pada 22 Mei 1950 dan semula menempati situs Kastil Shuri yang bersejarah di Naha. Ryudai menjadi universitas nasional Jepang pada 15 Mei 1972, setelah Okinawa kembali ke Jepang dan kampusnya pun direlokasi ke luar kastil.

‘’Program student exchange ini telah memberi kesempatan kepada mahassiwa Prodi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang Undip untuk bisa lebih meningkatkan lagi kemampuan bahasa Jepang mereka dan menambah wawasan tentang  budaya Negara Jepang,’’ ungkap Budi. Program ini, dia menambahkan, selain mahasiswa memberi peluang belajar lebih dalam dan langsung, juga memperluas relasi, menambah pengalaman serta keahlian.  Dari alumni program, beberapa di antaranyamendapat beasiswa dari Pemerintah Jepang untuk melanjutkan ke Program S2 di Universitas Ryukyus. (tim humas)