Semarang – Wakil Presiden (Wapres) RI Prof Ma’ruf Amin menyambut baik dan mengapresiasi upaya Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (UNDIP) menginisiasi webinar dengan mengangkat tema yang relevan dengan pengembangan digitalisasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Digitalisasi berperan signifikan diantaranya adalah menahan laju penurunan kinerja produk industri halal. Mempercepat mekanisme audit online dalam pengajuan sertifikasi halal, dan mendorong peningkatan keuangan sosial syariah,” kata Wapres dalam keynote speech-nya pada webinar dengan tema “Penguatan Industri Ekonomi Syariah di Era Digitalisasi dan New Normal” yang digelar FEB Undip dan didukung OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Bank Indonesia (BI) dan Pegadaian Syariah, Rabu (28/4/2021).

Menurut Wapres, laporan ekonomi keuangan syariah pada 2020 yang dirilis Bank Indonesia menyebutkan, kontraksi ekonomi syariah Indonesia pada 2020 mencapai minus 107,2 persen, masih lebih baik dari ekonomi nasional yang mencapai minus 207 persen. “Kinerja ekonomi syariah dimasa pandemi di dorong oleh beberapa sektor prioritas dalam rantai nilai halal. Terutama sektor pertanian dan makanan halal yang masih tumbuh positif. Sektor yang paling terdampak yaitu pariwisata ramah muslim, sektor fashion juga terpukul meski cukup ditopang penjualan secara online,” ungkap Prof Ma’ruf Amin.

Bank Indonesia mencatat, data transaksi produk halal melalui perdagangan elektronik, e-commerce, dan marketplace, selama Bulan Mei sampai Desember 2020 secara kumulatif tumbuh 49,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.  Pada Mei tahun 2020 bertepatan dengan pembatasan arus mudik dan pengurangan hari libur pada Idul Fitri 1441 H, justru terjadi lonjakan transaksi produk halal melalui e-commerce dan marketplace atau tumbuh 7,52 persen. “Produk  halal yang mendominasi transaksi adalah produk fashion dengan pangsa 86,63 persen dari total nominal transaksi melalui e-commerce dan marketplace,” ujarnya.

Trend digitalisasi juga terjadi pada metode pembayaran yang digunakan oleh masyarakat selama pandemi Covid-19 tahun 2020. Metode pembayaran produk halal di e-commerce dan marketplace didominasi oleh uang elektronik dan transfer bank dengan kontribusi masing-masing sebesar 42,10 persen dan 23,08 persen. Secara umum, kata Wapres, volume transaksi keuangan digital perbankan Indonesia pada Maret 2021 telah mencapai 553,6 juta atau tumbuh 42,47 persen dibanding periode yang sama tahun yang lalu. Nilai transaksinya pun naik menjadi Rp 3.025,6 triliun atau naik 26,44 persen.

Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum saat membuka webinar mengemukakan, kegiatan webinar ini sebagai salah satu wujud tanggung jawab ilmiah Undip dalam mengembangkan salah satu bentuk ekonomi yang secara nyata berkaitan dengan masalah yang diatur dalam keagamaan. “Selama ini kita semua telah lama bergelut dengan ekonomi konvensional yang penuh dengan hal-hal ribawi dan jauh dari syariah, tetapi hal tersebut menjadikan ekonomi syariah harus mampu menunjukan keunggulan – keunggulan dan lebih menguntungkan” kata Rektor.

Dia berharap dari terselenggaranya webinar tersebut dapat memberikan terobosan dan inovasi serta perbaikan yang memperkuat kehadiran ekonomi syariah tidak hanya di Indonesia melainkan di dunia.

Webinar dengan keynote speech Wapres dan dibuka oleh Rektor Undip ini menampilkan beberapa pembicara kompeten dan memiliki reputasi di bidangnya. Ada Senior Vice President Unit Usaha Syariah  PT Pegadaian, Beni Martina Maulan; Dekan FEB Undip, Prof Dr Suharnomo SE MSi, Kepala Departemen Komuniskasi BI, Erwin Haryono; Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK, Triyono Gani; dan peneliti ekonomi syariah, M Lutfi Hamidi.  Webinar ini diikuti tak kurang dari 1.500 peserta serta ditonton ribuan orang di youtube.

Dekan FEB Undip, Prof. Suharnomo, dalam paparannya mengatakan seminar ini diselenggarakan dengan tujuan dapat memberikan lebih banyak literasi keuangan syariah di masa pandemi dan revolusi industri 4.0. Dia mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. (Oktora/tim Humas)