SEMARANG — Sebanyak 192 proposal dari mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil lolos seleksi PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemdikbud Ristek) Tahun 2021. Adapun dukungan dana yang diberikan kementerian untuk Tim PKM Undip 2021 keseluruhannya mencapai Rp 1,6 miliar.

Proposal mahasiswa Undip mampu mewarnai 5 bidang dan satu gagasan yang dikompetisikan; tahun ini hanya absen di bidang PKM Karya Inovatif (PKMKI). Dilihat dari jumlah proposal yang disetujui maupun dari besaran dukungan pendanaan yang diperoleh, dengan 192 proposal yang lolos, Undip berada di urutan ke- 5.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof Budi Setiyono PhD, mengungkapkan rasa senangnya atas capaian tersebut. Dia memahami kesulitan dan hambatan yang dihadapi para mahasiswa maupun para pembimbing cukup berat di masa pandemi ini. “Sesungguhnya cukup sulit memobilisir mahasiswa untuk ikut berkompetisi dalam PKM. Hanya dengan kerja keras dari Direktorat Kemahasiswaan, Wadek 1 tiap fakultas, BEM, dan Ormawa lain, itu bisa dilakukan,”kata Prof Budi, Sabtu (8/5/2021).

Karena itu, dengan hasil yang dicapai sekarang dia mengaku bersyukur karena di tengah himpitan wabah masih bayak mahasiswa yang termotivasi untuk ikut lomba. Pihak universitas segera mempersiapkan pendampingan secara penuh kepada tim yang lolos PKM 2021, agar mereka mampu bersaing sampai ke PIMNAS dan meraih prestasi untuk Undip.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Undip menyediakan 127 dosen yang memiliki kualifikasi relevan sebagai pendamping. Selain itu, kepada 960 mahasiswa yang masuk ke dalam 192 Tim Pemenang PKM pihak universitas juga menyiapkan pemberian insentif. “Kita sedang menyiapkan penghargaan akademik dan non-akademik. Penghargaan akademik berupa penyetaraan konversi ke mata kuliah bagi mahasiswa yang menang lomba. Sedangkan penghargaan non-akademik berupa penghargaan finansial,” dia menambahkan.

Pada PKM 2021, jika dirinci dari bidang dan gagasan yang ada, proposal mahasiswa Kampus Diponegoro yang berhasil lolos PKM 2021  terdiri dari 10 Gagasan Futuristik Konstruktif (PKMGFK);  25 Proposal Bidang Kewirausahaan (PKMK);  19 Proposal Bidang Karsa Cipta (PKMKC ); 4 Proposal Bidang Penerapan Iptek (PKMPI ); 26 Proposal Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKMPM ); 85 Proposal PKM Bidang Riset Eksakta (PKMRE); dan  23 Proposal Bidang Riset Humaniora (PKMRSH).

Sementara itu, jika dilihat dari banyaknya jumlah proposal yang lolos dan mendapatkan pendanaan dari Kemdikbud Ristek urutannya adalah UGM dengan 348 proposal, disusul Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan 298 proposal, kemudian di urutan ketiga ada Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 244 proposal, Universitas Brawijaya sebanyak 236 proposal, serta Universitas Diponegoro sebanyak 192 proposal.

“Untuk para mahasiswa yang lolos PKM 2021, kami ucapkan selamat. Kepada yang belum berhasil, masih ada medan juang lain yang bisa ditempuh. Saya berharap semuanya tetap bersemangat untuk berkreasi dan berupaya semaksimal yang bisa dilakukan. Pasti akan ada hasilnya,” tukas Budi Setiyono. (tim humas)