Jakarta – Dua Fakultas di Universitas Diponegoro (UNDIP) menempati posisi dua besar di Indonesia pada daftar perguruan tinggi terbaik hasil pemeringkatan Scimago Institutions Ranking (SIR) Tahun 2021. Fakultas Peternakan dan Pertanian serta Fakultas Teknik Undip berada di posisi ke-2 masing-masing untuk subject areas (subjek keilmuan) Veterinary (Kehewanan/Peternakan) dan Chemistry (Kimia).

Selain berkibar di kancah nasional, untuk subject areas veterinary, Undip juga mendapat posisi yang menarik di tingkat Asia (Peringkat ke-66) dan urutan ke-326 Dunia. Sedangkan untuk subyek kelimuan kimia, di Asia Undip menempati posisi ke-419, dan peringkat ke-681.

Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama SH. MHum., mengatakan upaya membawa Undip dalam jajaran 500 universitas besar dunia terus dilakukan. Dia juga bersyukur dengan apa yang sudah diraih Undip saat ini. “Kita terus mempelajari dan mendalami indikator-indikator yang dipakai oleh lembaga pemeringkat supaya langkah ke depannya lebih baik,” kata Prof Yos Johan, seusai acara penyerahan hibah robot di Balaikota Semarang, Senin (10/5/2021).

Sementara itu Dekan FPP Undip, Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, M.S., M.Agr., IPU, mengaku bersyukur atas hasil pemeringkatan SIR yang memberi apresiasi kepada FPP Undip, khususnya disiplin ilmu peternakan; masuk dalam posisi yang terhormat. “Tentu hal ini bisa menjadi bekal bagi kami untuk lebih bergiat lagi dalam berkarya,” kata Bambang WHEP, Selasa (11/5/2021).

Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip saat ini memiliki Departemen Peternakan yang membawahi Prodi Sarjana (S1) Peternakan, Prodi Magister (S2) Ilmu Ternak (MIT), serta Progran Studi Doktor Imu Perternakan (S3). Kemudian Departemen Pertanian FPP membawahi Program Studi S-1 Teknologi Pangan, Program Studi S-1 Agroekoteknologi, Program Studi S-1 Agribisnis, serta Program Studi S-2 Agribisnis.

Ketersediaan jenjang pendidikan peternakan secara lengkap, kata Bambang, bisa dilakukan karena didukung sumber daya yang sangat mencukupi. FPP Undip saat ini memiliki 25 guru besar, 17 profesor di antaranya adalah pakar bidang peternakan dan 8 guru besar bidang pertanian. “Semua profesornya dipastikan sudah bergelar doktor, sedangkan dosen bergelar doktor yang belum profesor saat ini ada 50 orang,” ujarnya.

Menurut dia, selain memiliki banyak dosen dan peneliti dengan kualifikasi profesor, Departemen Peternakan Undip juga sudah memiliki jurnal ilmiah bereputasi yang bisa dibanggakan. Konsentrasi studi diarahkan pada peternakan tropis, demikian pula jurnal internasional yang dikelola, juga berfokus pada peternakan dan pertanian tropis.

Ilmu peternakan di Undip hadir pada awal lembaga ini lahir. Fakultas Peternakan Undip berdiri pada 1 September tahun 1964, atas saran Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan, Prof. Dr. Ir. Thojib Hadiwidjaja yang disampaikan kepada Rektor Undip waktu itu, Mr Soedarto, pada tahun 1962. Fakultas Peternakan sebelum berubah menjadi Fakultas Peternakan dan Pertanian, pernah menjadi Fakultas Peternakan dan Perikanan sebelum berdirinya Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan.

Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof.Ir. M. Agung Wibowo, MM, MSc, PhD, menyatakan rasa bersyukurnya atas capaian dan prestasi Departemen Teknik Kimia. “Alhamdulillah, prestasi ini tercapai karena ridlo Allah, serta atas kondisi atmosfir positif yang dibuat Rektor beserta pimpinan di universitas,” kata Agung Wibowo.

Menurut dia, Fakultas Teknik melakukan beberapa capacity building baik untuk organisasi, dosen, mahasiswa dan Tendik untuk dapat berprestasi serta mencapai skill yang mampu bersaing di level internasional.FT Undip juga sudah menerapkan sistem tata kelola berstandar international, yaitu akreditasi international dan standard tata kelola ISO 9001 untuk manajemen, serta ISO 51000 untuk K3. “Kita semua berupaya untuk membangun International Recognition,” Prof Agung menambahkan.

Teknik Kimia Undip berada dalam naungan Fakultas Teknik yang memilki  12 departemen, Departemen Teknik Kimia atau semula bernana Jurusan teknik Kimia, berdiri sejak tahun 1965. Perkembangannya cukup pesat, dan sejak tahun tahun 2003 sampai sekarang memiliki status Akreditasi A.

Dengan akreditasi yang memadai, dan dukungan sumber daya yang cukup, Teknik Kimia Undip pada tahun 2005 mendapatkan ijin membuka Program Magister Teknik Kimia (S2). Program Studi Doktor Teknik Kimia (PSDTK) Undip menyusul berdiri pada tahun 2012 di departemen yang semula populer disebut JTKU (Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro) dan kini dikenal sebagai Tekim ini.

Keberhasilannya membuka program studi secara pararel secara lengkap dari S1 sampai S3, bisa diwujudkan karena Tekim Undip memiliki sumber daya yang memadai. Di PSDTK sekarang, memiliki 21 staf pengajar, dimana 7 orang diantaranya memiliki kualifikasi profesor, dan 14 pengajar lainnya bergelar doktor.

Departemen Teknik Kimia Undip memang merupakan salah satu unit di Undip yang memiliki banyak guru besar. Tercatat ada 21 guru besar yang ada di Departemen Tekim, dengan berbagai latar belakang asal pendidikan doktoralnya, dan memiliki kepakaran yang relevan dengan kebutuhan. Spesifikasi kepakaran para dosen di Tekim sangat lengkap; mulai dari teknologi separasi, reaksi kimia dan teknologi bersih, teknik pengolahan limbah, katalis, fermentasi, pengeringan, membrane polimer, energy (biofuel), rekayasa proses sampai pengolahan air.

Selain diperkuat dengan banyak guru besar dan doktor dengan berbagai kepakarannya, Tekim Undip juga memilki beberapa jurnal ilmiah bereputasi internasional yang cukup disegani para akademisi bidang teknik kimia. Di antaranya adalah Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis (BCREC), kemudian International Journal of Renewable Energy Development, Chemical Engineering Journal Reaktor, dan Waste Technology An International Journal.(tim humas)