Dalam rangka mencapai visi sebagai World Class University, Universitas Diponegoro (UNDIP) terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para mahasiswa, termasuk international students di lingkungan Universitas. International students ini meliputi mahasiswa program degree dan non-degree di berbagai program studi di 13 Fakultas di UNDIP. Saat ini, terdapat lebih dari 420 international students yang sedang menempuh pendidikan di UNDIP.

Mereka merupakan para penerima beasiswa (Beasiswa Undip, Beasiswa Pemerintah Indonesia dan juga Beasiswa Pemerintah Negara Sahabat) maupun mahasiswa reguler, transfer kredit, joint degree, dan short course. Pelayanan yang diberikan meliputi customer service, student welfare, airport pick-up & drop-off service, pendampingan pelayanan imigrasi, persiapan Bahasa Indonesia dan lain sebagainya.

Selain itu, supervisi layanan case-by-case juga diberikan misalnya kepada para international students yang berasal dari negara-negara tertentu seperti Afghanistan, Palestina, Myanmar, Thailand, Madagascar dan Timor Leste.

“Kantor Urusan Internasional (KUI) atau Diponegoro International Office merupakan salah satu pintu utama dalam pemberian layanan internasional bagi para mahasiswa dan juga tenaga pengajar asing di lingkungan Universitas. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk mencapai visi sebagai World Class University. Kami memiliki Team yang bertugas dalam student welfare, immigration, language supervision dan sebagainya. Selain itu, kami juga dibantu oleh Kantor Urusan Internasional Fakultas dalam diseminasi informasi” ujar Kartika Widya Utama, SH, MH selaku Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Diponegoro.

Selain itu, pelayanan kepada para international students, diberikan tidak hanya bagi mereka yang sudah berdomisili di Semarang namun juga kepada mereka yang masih berada di negara masing-masing, khususnya di masa pandemi saat ini. Sebagai contoh, kami memiliki beberapa mahasiswa yang saat ini berada di Afghanistan dan juga Myanmar. Sebagai bentuk pelayanan prima, KUI melakukan komunikasi yang intensif dalam monitoring terhadap keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar online para mahasiswa yang berada di daerah konflik.

“Hal ini diterapkan tidak hanya sebagai bagian dari excellent service namun juga merupakan kontribusi terhadap kemanusiaan dan international awareness” lanjut Kartika.(AS)