SEMARANG –  Studi kimia memang berbeda dengan studi teknik kimia, namun Universitas Diponegoro (UNDIP) mempunyai keduanya. Di Kampus Diponegoro studi kimia maupun teknik kimia berada di fakultas yang berbeda, dan masing-masing memiliki Prodi sarjana (S1) dan jenjang pascasarjana (S2 dan S3).

Untuk studi kimia (chemistry) atau dikenal sebagai kimia murni, dimaknai sebagai ilmu yang menyelidiki sifat dan struktur zat, serta interaksi antara materi-materi penyusun zat. Sedangkan studi teknik kimia (chemical engineering) dimaknai sebagai ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa digunakan untuk keperluan manusia, berlandaskan pengetahuan ilmu kimia. Tegasnya, studi kimia lebih bersifat eksplorasi dan berorientasi ilmu pengetahuan, sedangan teknik kimia lebih bersifat aplikasi dan berorientasi ke industri.

Di Undip, studi kimia masuk dalam Departemen Kimia fakultas Sains dan Matematika (FSM); sementara Teknik Kimia menjadi departemen di Fakultas Teknik (FT). Yang menarik, kelompok ilmu kimia (chemistry) Undip berada di urutan kedua terbaik secara nasional berdasarkan hasil pemeringkatan Scimago Institutions Ranking (SIR) Tahun 2021. Di kancah Asia, kelompok studi kimia Undip menempati posisi ke-419, dan untuk dunia ada peringkat ke-681.

Ketua Departemen Kimia FSM Undip, Prof. Dr. Dra. Dwi Hudiyanti MSc, mengatakan departemen yang dipimpinnya mematok capaian pembelajaran untuk lulusan S1 mampu menghasilkan simpulan yang tepat berdasarkan hasil identifikasi, analisis, isolasi, transformasi dan sintesis bahan kimia yang telah dilakukan. “Lulusan S1 Kimia Undip juga disiapkan mampu memecahkan masalah IPTEKS di bidang kimia yang umum dan dalam lingkup melalui penerapan pengetahuan struktur, sifat, kinetika, dan energetika molekul dan sistem kimia, dengan metoda analisis dan sintesis pada bidang kimia spesifik, serta penerapan teknologi yang relevan,”kata Prof Hudiyanti, Selasa (18/5/2021).

Selain itu, lulusan juga mampu menggunakan piranti lunak untuk menentukan struktur dan energi mikromolekul, piranti lunak untuk membantu analisis dan sintesis pada bidang kimia yang umum atau yang lebih spesifik (organik, biokimia, atau anorganik), dan untuk pengolahan data atau kimia analitik. Lulusan juga diproyeksikan memiliki pengetahuan operasional lengkap tentang fungsi, cara mengoperasikan instrumen kimia yang umum, serta analisis data dan informasi dari instrumen tersebut.

Departemen Kimia FSM memiliki dua program studi (Prodi), yakni Prodi S1 Kimia yang mengantongi akreditasi A dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), dan Prodi Magister (S2) Kimia yang memilki akreditasi B dari BAN PT. PSKJM (Program Studi Kimia Jenjang Magister) FSM Undip saat ini menyelenggarakan dua bidang peminatan, yaitu Peminatan Kimia Bioorganik dan Peminatan Kimia Material Anorganik. Lulusan S1 Kimia berhak mendapatkan gelar Sarjana Sains (SSi), sedangan lulusan S2 Kimia bergelar Magister Sains (MSi).

Adapun studi teknik kimia Undip dikelola Departemen Teknik Kimia yang ada di Fakultas Teknik (FT) yang memiliki Prodi S1 Teknik Kimia, S2 Teknik Kimia dan S3 Teknik Kimia. Bidang studi yang populer dengan sebutan Tekim ini merupakan salah satu bidang atau jurusan yang sudah ada sejak awal berdirinya Undip, dan termasuk departemen yang memiliki banyak guru besar atau profesor.

Ketua Departemen Teknik Kimia FT Undip, Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., mengungkapkan definisi teknik kimia secara umum sebagai program studi yang mempelajari bagaimana meningkatkan nilai ekonomi suatu barang. “Misalnya ada suatu barang, lalu kita proses secara kimia, maka akan meningkat nilai ekonominya,” kata Prof Suherman yang disampaikan pada [UNDIP PODCAST EPS#05]  yang bisa diakses di https://www.youtube.com/watch?v=CdNIvKQyLd0.

Ada 4 katagori ilmu yang dipelajari di Tekim, yaitu ilmu-ilmu dasar dan sains seperti matematika., fisika, biologi dan kimia; yang kedua ilmu dasar teknik kimia seperti azas teknik kimia, proses industry kimia, dan matematika teknik kimia; kemudian yang ketiga adalah kategori ilmu keahlian yang langsung mengarah seperti perancangan pabrik kimia, unit operation, teknik gas kimia dan reaktor. Yang keempat adalah ilmu-ilmu pelengkap seperti manajemen, keselamatan proses, ekonomi teknik kimia, serta mata kuliah seperti katalis.

Mengenai profil lulusan, Prof Suherman menyebutkan ada tugas akhir yang harus dipenuhi sebelum seseorang dinyatakan lulus. Yaitu harus melakukan kerja praktek, penelitian, dan perancangan pabrik kimia. Biasanya dari penelitian yang dilakukan inilah terlihat peminatan yang bersangkutan.

Secara resmi lulusan Tekim adalah Sarjana Teknik Kimia yang sifatnya umum. Namun yang bersangkutan memiliki kualifikasi dan kompetensi sebagai process engineer, product developer, akademisi, peneliti, dan pemimpin. “Karena memang dibekali dengan ilmu kepemimpinan,” tukasnya. (tim humas)