Rehabilitasi Medik adalah suatu bentuk  pelayanan dimana pelayanan utamanya adalah pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memulihkan atau mengoptimalkan kemampuan seseorang setelah mengalami gangguan kesehatan yang berakibat gangguan kesehatan yang berakibat pada penurunan kemampuan fisik dan fungsi kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Hari Peni Julianti, M.Kes., Sp.KFR(K) dalam Talkshow Healthy Life dengan tema Rehabilitasi Medik Pada Lansia, kerjamasa RSND Universitas Diponegoro dengan Trijaya FM (27/5).

Lebih lanjut, dr. Peni menyampaikan tujuan rehabilitasi pada intinya untuk memberikan pelayanan rehabilitasi yang komperehensif, mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup pasien, seperti mencegah atau mengurangi keterbatasan (impairment) yaitu penurunan struktur atau fungsi tubuh yang membuat pasien kesulitan menjali kegiatan sehari-hari atau mengembalikan seseorang pada fungsinya untuk melakukan aktifitas kembali se-optimal mungkin.

“Sedangkan jenis-jenis rehabilitasi medik diantaranya fisioterapi yakni layanan terapi untuk mengembalikan gerak dan fungsi tubuh, seperti latihan berjalan. Layanan Okupasi, yaitu terapi bagi penderita fisik dengan banyak mengajarkan mengembalikan fungsi tubuh agar dapat beradaptasi dan beraktivitas sehari-hari dengan normal. Selain itu ada juga Terapi Wicara, misalnya pada penderita stroke yang mengalami gangguan dan kesulitan bicara atau berkomunikasi” tuturnya.

Seiring bertambahnya usia, setiap orang akan mengalami perubahan kondisi fisik dan emosional yang berdampak terhadap kehidupannya. Di sinilah peran rehabilitasi medik bagi lansia dibutuhkan, agar lansia mampu hidup mandiri tanpa harus selalu bergantung pada orang lain sehingga dapat menikmati masa tuanya dengan kehidupan yang berkualitas. Menurut dr. Peni, lansia butuh untuk didampingi dan didengarkan, salah satu peran rehabilitasi medik adalah turut   berupaya mengatasi gangguan kesehatan pasien, dengan begitu ia dapat kembali menjalani hidupnya secara normal. “Sedangkan pantangan-pantangan untuk rehabilitasi medik tidak tergantung pada kegiatan pelayanan tetapi terhadap pasiennya, misalnya pasien yang memiliki hipertensi,  berarti jangan makan yang asin-asin, pada pasien kencing manis, berarti menghindari yang manis-manis, untuk penderita DM kita harus melihat kadar gula darahnya” terangnya.

“Bagi para lansia, semoga para lansia tetap produktif, sehat dan bahagia bersama keluarga terutama dalam masa pandemi saat ini. Jika ada keluhan seperti nyeri atau stroke, silahkan berkonsultasi dengan dokter dan bisa memeriksakan diri di RSND , kami selalu siap membantu” pesannya. (Linda Humas)