“Saya sering mengambil kesempatan untuk mengikuti perlombaan-perlombaan atau kompetisi-kompetisi, diantaranya lomba menulis puisi atau cerpen yang diadakan oleh sebuah event yang sering sekali bertebaran di akun instagram dan media sosial lainnya. Selain itu, saya juga pernah mengikuti Model United Nations, atau yang sering disebut dengan MUN dimana didalamnya kita menyampaikan pendapat, berdebat dan negosiasi” ungkap Nabilla Friska Prasasti, mahasiswa Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro yang pernah menyandang “Best Debate Moderation” Global Connective Multilateral Model United Nations 2021.

Model United Nations adalah sebuah simulasi konferensi internasional bidang diplomasi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara. Para mahasiswa ini menjadi delegasi atau representasi suatu negara dan akan mendiskusikan topik atau isu – isu internasional. Menurut Nabilla, Global Connective Multilateral MUN 1.0 telah ia ikuti pada awal tahun 2021,  tepatnya bulan januari. Tema yang diangkatnya adalah “Morocco – Spain Drug Trafficking and Its Global Consequences in United Nations Office on Drugs and Crime ( UNODC ) Council atau “Maroko – Perdagangan Narkoba Spanyol dan Konsekuensi Globalnya”. Yang melatarbelakangi hal tersebut adalah perdagangan gelap global yang melibatkan penanaman, pembuatan, distribusi, dan penjualan zat yang termasuk dalam undang-undang larangan narkoba. UNODC terus memantau dan meneliti pasar obat terlarang global untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika mereka.

“Saya berharap teman-teman mahasiswa agar bersemangat untuk turut berkontribusi dalam mengembangkan Undip dan tidak takut mengikuti kompetisi pada bidang keahlian dan keilmuan masing-masing. Kita harus mencoba hal-hal baru yang menantang untuk diri sendiri dan berani keluar dari zona nyaman. MUN ini menjadi  pengalaman berharga bagi saya, MUN familiar dengan anak Hubungan International karena membahas isu-isu international. Meskipun dari jurusan Sejarah saya mencoba ikut, rasanya senang sekali bisa belajar bersama teman-teman dari berbagai negara, selain menyenangkan bisa  mengasah skill terutama kemampuan dalam berbahasa asing. Intinya kita harus mempunyai tekad dan kemauan” pungkasnya. (Linda Humas)