SEMARANG – Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP) Prof Dr Yos Johan Utama SH M.Hum,  berharap agar para guru besar  bisa menyumbangkan tenaga dan pikiran sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.  ‘’Saya berharap karya para guru besar Undip bisa berkarya dan melakukan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat dan alam semesta,’’ kata Prof Yos Johan saat memberi sambutan pada sesi ke-6 rangkaian pengukuhan 21 guru besar dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Undip, Selasa (8/6/2021).

Menurut Rektor, karya-karya ilmiah tersebut memilki kualitas yang sepadan dengan gelar yang dimilikinya, sehingga menjaga integritas dan keilmuwannya para guru besar itu sendiri. “Gelar yang disandang harus diwujudkan dalam karya nyata, gelar jangan nyrimpeti,” dia menambahkan.

Pada Sesi ke-6 Rektor didampingi Ketua Senat Akademik, Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D., IPU, mengukuhkan tiga guru besar, yaitu Prof. Dr. Nita Ariyanti, ST, MT, Ph.D. dari Fakultas Teknik (FT); Prof. Dr. Ir. Suherman, ST., MT dari FT; dan Prof. Dian Ratna Sawitri,S.Psi.,M.Si., Ph.D. yang merupakan Dekan Fakultas Psikologi. Tiga guru besar ini merupakan bagian dari 21 guru besar yang dikukuhkan pada Mei-Juni 2021 ini.

Dalam arahannya Rektor menegaskan  kembali bahwa mahkota yang ada sebenarnya seorang guru besar adalah kemampuannya mencetak karya-karya terbaik untuk kemaslahatan umat manusia dan alam semesta. Dengan menyandang jabatan akademik tertinggi sudah seharusnya para guru besar memupuk kepedulian kepada umat manusia dan alam.

Yang pasti, semuanya itu harus dilandasi usaha menegakkan kebenaran dengan kejujuran dan integritas.  “Mari di umur yang tersisa  kita berbuat sebaik mungkin untuk keluarga, bangsa, negara, agama dan umat manusia. Akhir segala ilmu adalah kembali ke pertanyaan apakah dengan ilmu kita akan membawa sifat kita ke taqwa, tawadu atau sebaliknya. Kita hanya bagian debu dari alam semesta, masih pantaskan dari kita menyombongkan  jabatan dan kekayaan. Betapa kecilnya kita,” ujarnya mengingatkan.

Diharapkan pada bidang yang digelutinya, para profesor bisa melakukan untuk kebaikan bagi manusia dan alam semesta. ‘’Menjadi guru besar tidak hanya sekedar dituntut capaian keilmuwan, tapi ada kematangan jiwa, serta integritas yang baik.”

Pada kesempatan itu, Prof Yos selaku Rektor juga mengingatkan bahwa keberhasilan mencapai jenjang guru besar bukan semata kerja sendiri. ‘’Pencapaian menjadi guru besar juga bukan hasil sendiri namun banyak pihak terlibat. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih atas peran keluarga, prodi, fakultas, Senat Akademik, Dewan Guru Besar, pembimbing, dan tim Penilai Angka Kredit. (tim PAK). Tak lupa kepada rekan-rekan tim program percepatan guru besar Undip juga yang semuanya memiliki andil dalam pencapaian ini.”

Pada kesempatan itu, Rektor mengajak semua yang hadir baik secara daring maupun luring untuk mengheningkan cipta sejenak atas meninggalnya mantan Wakil Dekan 2 Fakultas Hukum Undip Dwi Hananto SH M.Hum. Rektor mengajak hadirin untuk memanjatkan doa bagi almarhum. (tim humas)