Civanda Adi Putri, mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro, sekaligus anggota Teater Diponegoro, menjadi Juara I Lomba Baca Puisi yang diselenggarakan oleh Aksara Event Organizer, Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta.

“Jadi kompetisi ini bertajuk Gemerlap Sastra 2021 Dialektika Romansa; Satu Kata Berjuta Makna dengan kegiatan Lomba Cipta Baca Puisi dan Cipta Puisi Tingkat Nasional serta Talkshow Online yang diselenggarakan oleh UNY. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kreativitas, percaya diri dan mengembangkan imajinasi, ide serta gagasan para generasi muda Indonesia, diikuti oleh para pelajar SMA/SMK sederajat dan mahasiswa seluruh Indonesia. Sedangkan pengumuman para pemenang tanggal 13 Juni 2021 kemarin” tuturnya.

“Saya membawakan puisi berjudul Tapi karya Sutardji Calzoum Bachri, menurut saya puisi ini memilki makna yang sangat mendalam dan menggambarkan sebuah pertentangan antara dua insan dimana salah satu dari mereka berjuang tetapi perjuanganya tidak dihargai atau tidak ada artinya. Puisi ini penuh dengan gambaran kesedihan yang luar biasa sehingga saya berusaha untuk total menjiwai dan turut  menjadi bagian kisah di dalamnya. Saya berlatih kurang lebih satu minggu agar benar-benar bisa menghayatinya” ungkapnya.

Civinda telah mengenal dunia puisi sejak bangku Sekolah Dasar, banyaknya dukungan dari orang-orang sekitar membuatnya semakin mencintai puisi.  Puisi baginya bukan hanya sekedar hobi, namun telah menjadi bagian dari jati dirinya. Ia menjadi lebih percaya diri ketika berpuisi.

“Sejak SD saya sudah mengikuti berbagai lomba non-akademik khususnya dibidang seni. Sebelum kuliah, saya pernah mengikuti lomba bercerita dan maju sampai tingkat nasional, lomba baca puisi menolak korupsi yang diselenggarakan LPSBB Teater Tubuh Purwokerto, mengikuti lomba teater pelajar tingkat kabupaten dan memperoleh juara 2. Sedangkan saat di perguruan tinggi ini, saya ikut lomba baca puisi di FISIP MARS 2021 menjadi juara terbaik baca puisi putri, selanjutnya saya berkesempatan untuk mengikuti Diponegoro Art Competition  2021 dalam cabang seni baca puisi” terangnya.

“Setiap individu pasti memiliki potensi, kelebihan, dan bakatnya masing-masing. Tinggal bagaimana kita mengelola dan berusaha menjadikan potensi yang ada dalam diri kita untuk dijadikan peluang untuk berprestasi. Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal. Kadang hal yang paling sering menghambat kita untuk menjadi seorang yang berhasil itu karena rasa pesimis dan rasa takut untuk mencoba. Kita harus tetap optimis dan yakin bahwa bakat ataupun potensi yang ada dalam diri kita baik di bidang akademik maupun non-akademik akan membawa manfaat dalam kehidupan kita” pesannya pada generasi muda.  (Linda Humas)