Sebagai bentuk implementasi dari program Universitas Diponegoro sebagai universitas riset, Program Studi Bioteknologi FSM UNDIP pada hari Senin (14/6) memberikan pelatihan riset kepada siswa-siswi SMA Negeri 4 Semarang. Kegiatan ini didukung dengan pemateri yang sangat unggul di bidang riset yaitu dosen-dosen di program studi Bioteknologi dan mahasiswa berprestasi dari program studi yang sama. Pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan dasar yang sekaligus sebagai pemberi motivasi kepada siswa-siswi SMA Negeri 4 Semarang khususnya agar mencintai ilmu sains dan penelitian atau riset. Begitu tinggi antusiasme dari para siswa-siswi SMA Negeri 4 Semarang terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 100 orang.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh sambutan dari ketua program studi Bioteknologi yang diwakilkan oleh Ibu Sekretaris Program Studi, yaitu Dr. Rejeki Siti Ferniah, S.Si., M.Si., atau akrab disapa Ibu Ferniah. Beliau mengucapkan terima kasih atas sambutan dari SMA Negeri 4 Semarang dan menyebutkan jika kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari MoU yang dilakukan oleh program studi Bioteknologi dan SMA Negeri 4 Semarang. Pelatihan ini akan membahas tentang kiat-kiat terkait riset dan semoga akan memberikan pengetahun baru terhadap siswa-siswi SMA Negeri 4 Semarang. Ibu Ferniah mengatakan bahwa penelitian tidak harus selalu ada di laboratorium. Apalagi, di masa pandemi seperti sekarang ini, penelitian justru lebih banyak dilakukan di lapangan. Harapannya, SMA Negeri 4 Semarang dan program studi Bioteknologi dapat maju bersama-sama dan dapat mengembangkan pendidikan di Indonesia dengan menghasilkan lulusan yang unggul terutama di bidang riset.

Sementara perwakilan dari SMA Negeri 4 Semarang, yaitu Ibu Ririn Masrikah berpesan kepada para anak didik yang mengikuti kegiatan pelatihan ini untuk dapat memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini. Harapan dari Ibu Ririn Masrikah para siswa dan siswi dapat dilibatkan dalam riset ataupun project yang dilakukan oleh program studi Bioteknologi sehingga akan tumbuh kecintaan terhadap ilmu Bioteknologi khususnya dan ilmu Biologi pada umumnya. Ibu Ririn Masrikah menutup sambutannya dengan doa agar kegiatan ini nantinya demi menyongsong berjayanya kecerdasan bangsa Indonesia.

Sebagai pemateri pertama yaitu Dr. Sri Pujiyanto, S.Si. M.Si. yang menyampaikan materi terkait tahapan riset, kiat-kiat untuk mendapatkan topik riset, topik-topik yang menarik untuk diteliti, keuntungan mengikuti kompetisi riset dan memberikan beberapa contoh riset yang mengikuti kompetisi riset nasional maupun internasional. Dilanjutkan dengan materi kedua oleh Dr. Rer.Nat. Anto Budiharjo, S.Si., M. Biotech. Beliau menyampaikan bagaimana seseorang dapat menjadi peneliti dengan kualitas baik. Anto Budiharjo juga menyampaikan pentingnya menjalin kerjasama dan melakukan kolaborasi dalam penelitian demi terciptanya keragaman dalam penelitian itu sendiri. Selain itu, peneliti juga harus terus melatih kemampuan membaca dan mengasah keterampilan menulis dan presentasi di hadapan banyak orang. Ini tentunya tidak terlepas dari kebutuhan dalam menjadi peneliti yang berkualitas baik. Tetapi, sekalipun harus bekerja keras dalam menjadi peneliti yang baik dan menciptakan riset, seorang peneliti tetap harus menjaga kesehatan jasmani dan rohaninya. Sehingga, riset tidak akan menjadi beban justru menjadikannya sebuah kegiatan yang menyenangkan.

Materi ketiga dan terakhir disampaikan oleh salah satu mahasiswa berprestasi dari program studi Bioteknologi, yaitu Anand Reyna Maulana. Anand lahir pada tahun 2000 dan masuk pada program studi bioteknologi pada tahun 2018. Prestasinya di dunia internasional sangat luar biasa. Pada tahun 2020, Anand berhasil mengukuhkan posisinya sebagai peraih tidak hanya satu tetapi dua medali emas dalam World Young Inventors Exhibition di Kuala Lumpur, Malaysia dan Global Youth Scientist Challenge, New Delhi, India. Karena keberhasilannya dalam kompetisi riset nasional, Anand ingin membagikan pengalamannya kepada para siswa-siswi SMA Negeri 4 Semarang.  Anand menyampaikan bahwa, berpikir positif dan jangan takut gagal adalah trik yang baik selama mengikuti kompetisi riset. Anand bercerita bahwa pengalaman risetnya selama pandemi mengajarkan dia harus terbiasa menyesuaikan diri dengan kondisi yang anda tetapi dengan tekad kuat dan pantang menyerah membawanya hingga ke hari ini dengan prestasi internasional. (Diska-Humas)