Ashilah Salsabila Fauziya adalah salah satu calon mahasiswa baru Universitas Diponegoro yang lolos jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Undip, ia merupakan siswa lulusan SMA N 4 Surakarta dan memilih Fakultas Psikologi sebagai pilihannya untuk melanjutkan studi di jenjang perguruan tinggi.

“Motivasi saya mendaftarkan diri di Undip karena Undip merupakan salah satu Universitas ternama di Indonesia, selain itu di jalur SBMPTN Undip masuk sepuluh besar PTN dengan nilai rerata tertinggi baik pada kelompok ujian Saintek maupun kelompok ujian Soshum. Sedangkan program studi yang saya pilih yaitu Psikologi, saat ini Fakultas Psikologi menjadi salah satu program studi favorit. Akreditasi A Fakultas Psikologi Undip juga menguatkan saya untuk semakin mantap mendaftarkan diri di kampus Undip” tuturnya.

“Saya sering mencari informasi mengenai Undip melalui medsos, terutama di Instagram Undip Official. Kerap kali saya melihat nama Undip dalam daftar 10 besar perguruan tinggi negeri terbaik. Informasi terakhir yang saya dapat, Undip berhasil menempati peringkat ke-8 di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings. Tidak heran bahwa banyak orang yang ingin melanjutkan studi di universitas ini” lanjutnya.

“Jujur saja saya sempat tidak percaya bisa lolos SBMPTN, karena sebelumnya saya tidak berkesempatan lolos di jalur SNMPTN Undip. Sebelum membuka pengumuman saya merasa sangat degdegan karena takut mendapat penolakan lagi, namun tenryata ucapan selamat dan barcode tertera pada layar laptop saya pada saat pengumuman SBMPTN tanggal 14 Juni kemarin. Tentunya saya bangga sekali bisa lolos, senang dan sangat bersyukur karena bisa menjadi salah satu calon mahasiswa Undip melalui jalur SBMPTN di program studi impian saya” ungkapnya.

Ashilah mengatakan Fakultas Psikologi menjadi pilihannya karena beberapa hal yang melatarbelakanginya.  “Hal pertama yang menginspirasi saya dalam memilih program studi ini adalah ketika saya bertemu teman-teman SMA saya yang memiliki karakter dan sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya. Kemudian muncul pertanyaan sederhana yang terkadang melintas dipikiran saya, seperti, kok bisa ya dia gitu? apa sih yang bikin dia jadi kayak gitu?. Lalu saya mencari tahu dari buku-buku tentang psikologi, ternyata faktor yang mempengaruhi terbentuknya karakter seseorang sangat kompleks dan dipelajari dalam ilmu psikologi sehingga akhirnya saya menjadi tertarik untuk mempelajari ilmu psikologi. Yang kedua, karena ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari mental, pikiran, dan perilaku manusia, saya rasa selagi masih ada manusia, disitu ilmu psikologi masih dibutuhkan” ungkapnya.

“Menurut saya pendidikan itu penting, tanpa adanya pendidikan kemajuan suatu bangsa akan sulit dicapai. Kita ini adalah agent of change, untuk melakukan perubahan, perlu dilakukan secara bertahap dari hal yang paling mendasar yaitu pendidikan. Sebagai generasi muda yang memiliki andil besar dalam kemajuan bangsa, mari kita bersama-sama berusaha memajukan pendidikan untuk mengubah bangsa menjadi lebih baik” pungkas Ashilah. (Linda Humas)