Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro menyelenggarakan Webinar mengenai “Obesity Update: Comprehensive Treatment” (19/6). Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Obesitas memicu sejumlah resiko kesehatan dan gangguan psikologis diantaranya penyakit jantung, stroke, diabetes bahkan stres dan depresi. Menurunkan berat badan menjadi tantangan besar bagi sejumlah orang, dengan melakukan perubahan selangkah demi selangkah pada gaya hidup, akan membuat proses menurunkan berat badan menjadi lebih mudah dan membuat orang terhindar dari obesitas.

“Kita tahu situasi saat ini sedang pandemi tapi di sisi lain kita tidak boleh terlena dengan perkembangan dan kebutuhan untuk meningkatkan sisi pengetahuan, sisi keahlian serta mengantisipasi berbagai macam isu kesehatan di luar dari pandemi. Kita tahu obesitas menjadi suatu yang penting untuk diantisipasi” ungkap Dr. dr. Sutopo Patria Jati, MM., M.Kes, selaku Direktur Utama RSND saat membuka acara webinar.

Dalam materinya dr. Annta Kern Nugrohowati, M. Si., Sp.GK menyampaikan efek yang tidak diinginkan dari obesitas adalah gangguan sistem saraf, seperti sakit kepala; gangguan ginjal dan kemih; gangguan metabolisme; hipersensitifitas berupa gatal, kemerahan; gangguan pencernaan, diantaranya nyeri perut, bercak lemak, tidak dapat menahan BAB dan perut kembung; serta gangguan lain-lain seperti infeksi saluran pernafasan atas/bawah, influensa, ketidakteraturan menstruasi, kegelisahan dan kelelahan.

“Diet untuk penurunan badan harus dipilih secara tepat dan sifatnya individual, farmakoterapi atau fat blocker dapat digunakan untuk membantu penurunan berat badan” tutur dr. Annta.

Sedangkan dalam kesempatannya, dr. Rachmad Wishnu Hidayat, Sp.KO mengatakan bahwa obesitas harus dikendalikan, pengendalian obesitas dilakukan melalui diet rendah kalori dan peningkatan aktivitas di rumah, tempat kerja dan melakukan latihan fisik intensitas sedang-berat hingga 300 menit per minggu sehingga indikator perbaikan obesitas tercapai.

“Latihan fisik atau olahraga untuk mengendalikan obesitas yang aman adalah latihan yang bersifat non atau less weight bearing dan low impact, dan diusahakan dapat melakukan latihan dengan metode HIIT agar tujuan perbaikan lebih cepat tercapai. Durasi latihan secara interval, terbagi 2 sampai 3 sesi singkat per hari, seringkali lebih mampu terlaksana dan dipilih dibandingkan durasi kontinyu lama per sesinya, 60 hingga 90 menit” ungkapnya.

Sementara dalam pandangan Psikologi, Annisa Maimunah, M.Psi menuturkan bahwa peran psikoterapi dalam mengelola obesitas adalah untuk membantu mengelola pola makan dan pola aktivitas, manajemen stres dan mempertahankan  serta meningkatkan motivasi dalam menjalani terapi medis. Penyebab obesitas yaitu pola makan, pola aktivitas dan penyebab genetik, hormon, gangguan psikologis (stres) atau gangguan medis lain. (Linda Humas)