Salah satu program yang dimiliki FPIK Undip yaitu program training dan sertifikasi Selam Keahlian di Kepulauan Karimunjawa Jepara. Program yang sudah berjalan empat tahun sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 melalui kerja sama dengan Kwansei Gakuin University (KGU) Jepang cukup diminati para mahasiswa reguler maupun mahasiswa asing.

“Program traning yang disebut Introduction to Scientific Diving ini sudah berjalan 4 tahun sejak 2016, 2017,2018, 2019 dan berhenti karena pandemi virus corona (Covid-19)”,jelas Dr. Munasik dosen prodi Ilmu Kelautan FPIK Undip dalam wawancara pada Sabtu(19/6/2021).Ia menambahkan kegiatan training ini adalah Kuliah Musim panas, Summer Course dihargai dengan 1-2 Satuan Kredit Semester (SKS).

Disampaikan pula bahwa capaian pembelajaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa mampu menyelam SCUBA dan tersertifikasi sebagai Open Water Diver dari Association of Diving School International ADS-I. Di samping itu dosen-dosen juga memberikan materi kuliah tentang ekosistem kelautan tropis yaitu terumbu karang, mangrove dan lamun.

“Di samping memberikan Training Scuba Diving, kita juga mendidik mereka untuk peduli terhadap ekosistem laut, mengunjungi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil dan terlibat dalam perbaikan terumbu karang,”,imbuhnya.

Keahlian menyelam inilah yang membuat mahasiswa FPIK Undip diminta bantuan oleh Tim SAR daerah Jateng untuk membantu operasi pencarian korban tenggelam perahu wisata yang terbalik di waduk Kedung Ombo Boyolali pada pertengahan bulan Mei yang lalu. Juga beberapa kegiatan kemanusiaan lainnya yang berhubungan dengan kecelakaan di dalam air.

Program tersebut adalah salah satu program unggulan lainnya yang dimiliki oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP yang memiliki 6 departemen, meliputi Departemen Akuakultur, Departemen Sumber Daya Akuatik, Departemen Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan, Departemen Oseanografi dan Departemen Teknologi Hasil Perikanan. Didukung dengan pengajar yang berkompetensi dengan kualifikasi 55 diantaranya bergelar doktor yang diperkuat oleh 19 Guru Besar aktif saat ini.

Alumni yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia dan di berbagai bidang baik di pemerintahan, pedidikan, Kesehatan, TNI, perusahaan swasta, BUMN maupun wirausahawan. Tidak sedikit pula lulusan FPIK Undip yang memegang posisi strategis seperti Sakina Roselasari sebagai Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ir. Haris Muhtadi sebagai Direktur Marketing Aquafeed sekaligus Ketua GPMT, A. Karding sebagai politisi, Benaya Semeon aktif di Wildlife Conservation Society (WCS), Widhya Nugroho Satrioajie,S.Pi.,M.Si. sebagai Peneliti Ahli Muda Pusat Penelitian Biologi di Cibinong Science Center LIPI, Herda Bolly sebagai QC di perusahaan makanan asing Belanda, Kharisma R. Dahono sebagai Manager Bank Mandiri, Sudiarso sebagai pengusaha PT Kurinia Mitra Makmur merupakan beberapa alumni FPIK Undip yang meraih sukses.

“Ini menunjukkan bahwa lulusan FPIK Undip memiliki peluang untuk bekerja di berbagai bidang”, ungkap Dekan FPIK Undip Prof.Ir. Tri Winarni Agustini,M.Sc.,Ph.D pada wawancara terpisah pada Minggu (20/6/2021). Lebih lanjut Prof. Tri Winarni menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar yang berkaitan dengan keilmuan, tetapi juga diberikan materi yang berkaitan dengan manajemen dan bisnis. “Sehingga lulusan FPIK Undip tidak sebatas menyelami perairan, namun mampu berselancar ke berbagai dunia kerja dan memiliki banyak peluang diantaranya menjadi peneliti, pendidik, pengembang akuakultur, konsultan, ahli konservasi, instruktur akuakultur, manajer, pengusaha hingga anggota parlemen”,pungkasnya. (Utami Humas)

Foto: dokumentasi MSTP kampus Undip Jepara