SEMARANGProgram Studi Magister Ilmu Susastra (MIS) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (UNDIP) terus mengembangkan rangkaian kegiatan kuliah umum, meski harus dilakukan secara daring. Hal itu dilakukan karena kuliah umum yang menghadirkan narasumber guru besar bereputasi internasional mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran yang diperlukan sebagai seorang calon magister.

Ketua Prodi Magister Ilmu Susastra FIB Undip, Dr M Suryadi MHum, mengatakan kuliah umum ini merupakan kegiatan series yang selalu diselenggarakan secara rutin oleh Magister Ilmu Susastra FIB, Undip, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas keilmuan bagi semua mahasiswa yang kuliah di S2 Ilmu Susatra. “Kegiatan itu sekaligus sebagai upaya go international,” kata Suryadi, Jumat (25/6/2021).

Kegiatan kuliah umum yang digelar dalam bentuk webinarmengangkat tema yang sangat relevan, yakni Karya-karya Pramoedya Ananta Toer: Antara Isu Lokal dan Global.  “Kegiatan itu bukan sekedar kuliah umum dan webinar, tapi juga berguna untuk pengembangan jaringan kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri. Yang terbaru, kami menggandeng Hankuk University, Korea,” ujarnya.

Mengenai dipilihnya tema Pramoedya, karena penulis tersebut dinilai merupakan salah satu penulis yang muncul hanya sekali dalam satu abad. Sosoknya  dipandang sebagai sastrawan yang fenomenal, produktif dan berkarakter.

Suryadi menambahkan, Pram adalah salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia, dengan karya-karyanya juga sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa asing. Sedikitnya 50 karya sastra yang dihasilkan Pram, dan sebagian sudah diterjemahkan kedalam 42 bahasa asing.

Hal itu juga terlihat bagaimana Prof Koh Young Hun, Dekan Foreign Studies di Hankuk University, yang menjadi narasumber dalam kegiatan webinar kuliah umum series mampu mengupas dan menganalisa karya-karya Pram secara detil. SElain Prof Young Hun, tampil dua narasumber dari MIS FIB Undip  yakni Dr. Redyanto Noor M.Hum dan Dr Sukarjo Waluyo MHum.

Prof Koh Young Hun sendiri banyak melakukan kajian terhadap karya-karya Pramodya Ananta Toer. Young Hun adalah seorang Indonesianis berkebangsaan Korea Selatan yang memiliki spesialisasi sastra. Kegiatan ini dipandu oleh mahasiswa S2 Magister Ilmu Susastra  yang memiliki prestasi sebagai Duta Bahasa Jawa Tengah dan Duta  Museum, yakni Nur Sitha Afrilia, S.S.

“Peserta webinar kuliah umum ini, selain diwajibkan bagi mahasiswa S2 Magister Ilmu Susastra FIB UNDIP juga dihadiri oleh para alumni, peminat sastra, peneliti sastra, guru bahasa dan sastra baik dari dalam maupun luar negeri, Peserta yang mengikuti tercatat 179 peserta,”’ jelasnya. (tim humas)