Universitas Diponegoro tahun ini menyelenggarakan Ujian Mandiri (UM) melalui metode daring atau online. Seluruh proses dan mekanisme UM Undip dilaksanakan secara daring tentunya guna membatasi mobilitas semua pihak yang terlibat untuk mencegah penularan Covid-19. Kehadiran secara daring ini hanya berlaku bagi peserta ujian, sementara para petugas pengawas Ujian Mandiri tetap hadir di lokasi pengawasan ujian yang dipusatkan di Gedung ICT Kampus Undip Tembalang.

Dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, tentu saja Undip menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebelum memasuki gedung tempat pelaksanaan ujian, para pengawas wajib mencuci tangan dengan sabun di wastafel yang telah disediakan di halaman gedung ICT, selanjutnya dilakukan pengecekan suhu tubuh. Pengawas juga wajib memakai masker standar yang disarankan WHO selama menjalankan tugasnya.

Secara rutin ruang pengawas ujian disemprot disinfektan, yaitu pada pagi hari, setiap pergantian sesi dan pada sore hari setelah ujian selesai. Penyemprotan disinfektan tidak hanya dilakukan pada ruangan, namun hingga peralatan yang digunakan pengawas seperti layar monitor, papan ketik dan tetikus (mouse). Jarak antar meja pengawas diatur sekurangnya 2 meter dan tempat duduk dibuat secara berselang seling antar baris.

“Kami memberikan makanan atau snack yang bergizi bagi para pengawas selama menjaga ujian dan ada suplemen khusus yang dibagikan setelah makan siang, tentunya bervariasi, ada susu, vitamin C, sari buah, sari kacang ijo atau  wedang kacang hijau. Jika para pengawas merasa badannya kurang fit diperbolehakan untuk mengundurkan diri. Selain itu kami juga menjaga agar semua ruangan untuk pengawas, wilayah yang dilalui oleh semua orang, seperti lift, lobby, mushola dan kamar mandi selalu didisinfektan, tidak cukup sehari sekali bahkan sehari bisa tiga kali” tutur  Dr. Paramita Prananingtyas, SH., LLM. selaku Sekretaris LP2MP Undip.

Dalam sehari, berlangsung 3 sesi ujian mandiri daring. Sekurangnya, satu sesi ujian daring menghabiskan waktu 3 jam untuk mengawasi ujian. Selama 3 jam, pengawas secara terus menerus memperhatikan layar monitor guna mengawasi gerak gerik peserta ujian. Hal ini cukup menyita tenaga dan pikiran, untuk itu setiap pengawas disarankan istirahat cukup dan menjaga stamina tubuh sebagai bagian dari protokol kesehatan. Selain disediakan ruang istirahat yang nyaman dan suplemen vitamin bagi pengawas, panitia juga menghadirkan tenaga medis untuk penanganan cepat jika terjadi gangguan kesehatan.(Linda/Hariyani Humas)