Site icon Universitas Diponegoro

Samuel Kristian P Purba (Alumni Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP): Generasi Muda Era Sekarang Ini Harus Cerdas dan Pintar

“Mendalami Ilmu Komunikasi ternyata tidak semudah yang kita bayangkan, bahwa tidak semua yang dipelajari waktu kuliah bisa diaplikasikan di kehidupan pekerjaan. Waktu itu saya berfikir jika saya masuk Komunikasi tidak hubungannya sama hitung-hitungan tetapi ternyata ada pelajaran statistik yang menguras energi dan materi Metode Penelitian Kuantitatif,  sebuah penelitian mendasari peneliti mengambil data, menentukan variable dan yang kemudian diukur dengan angka agar bisa dilakukan analisa sesuai dengan prosedur statistik yang berlaku. Saya ingat dosen pembingingnya Mas Tandiyo Pradekso, energi dan pikiran saya benar-benar terkuras habis” kenang Samuel Purba, alumni Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

“Saya masuk Undip melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru di tahun 2002, dulu istilahnya SPMB. Pengalaman bertemu dengan mahasiswa SPMB dari berbagai daerah di Indonesia menjadi hal yang istimewa, terlebih pada waktu itu teknologi komunikasi masih susah, kehadiran secara fisik menjadi lebih penting daripada kehadiran secara virtual, which is a good thing. Karena selama kuliah tinggalnya di Semarang, Jawa Tengah, akhirnya bisa belajar berbahasa Jawa bersama mahasiswa dari daerah setempat, selain itu letak Semarang strategis, jadi bisa jalan-jalan ke kota lain. Dosen-dosen Undip pun mumpuni dan berkualitas, secara Undip adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia” lanjutnya.

Mengenai pengalaman bekerja, awalnya ia di Global Informasi Bermutu (GTV) pada divisi news gathering sebagai reporter selama 4 tahun pertama, 5 tahun terakhir berpindah di MNC News Channel sebagai Associate Producer dan News Anchor. Jobdesk utama Associate Producer bersama tim menyusun rundown 3 program berita yang akan ditayangkan pada hari itu dan eksekusi.

“Biasanya Associate Producer memang membuat dan mengedit naskah berita yang akan ditayangkan, tapi karakter MNC News, full news tv channel, tidak difokuskan ke hal tersebut tetapi mengumpulkan berita-berita yang memiliki news value dari 4 TV berita di MNC Group dan atau membuat berita atau program yang tidak dimiliki stasiun-stasiun tersebut. Sedangkan jobdesk News Anchor adalah membawa program berita sesuai dengan karakter yang ditentukan Produser ataupun atasan” tuturnya.

“Pengalaman menghadapi mata kuliah Metode Penelitian Kuantitatif yang mengulang hingga tujuh kali, pada akhirnya menyadarkan bahwa ngotot dengan pengetahuan diri sendiri adalah tidak tepat, apalagi kurang baik jika kita berargumen dengan dosen yang jauh lebih pandai dan berpengalaman, sementara kita sendiri tidak menguasai ilmunya. Itu menjadi pembelajaran bagi saya, ternyata selama ini saya masih bodoh dan minim ilmu. Jadi untuk generasi muda saat ini, kalau mau main tiktokan, atau jadi youtuber buat mata pencaharian sah-sah saja, cuma anak muda juga harus cerdas dan pintar secara akademis. Ketika kita dihadapkan atau berargumen dengan orang yang pintar dan kita telah memiliki pengetahuan serta kemampuan dengan amunisi yang cukup, itu akan menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan” pungkasnya. (Linda Humas)

Exit mobile version