“Saya tertarik pada seni musik tradisi jawa yaitu seni karawitan. Ketertarikan itu dimulai sejak saya berasa di bangku sekolah dasar. Namun pada saat itu, bukan hanya seni karawitan, tetapi kesenian tradisional yang lain juga, seperti wayang, barongan dan kethoprak. Saya mulai mendalami belajar seni karawitan ketika SMP kemudian SMA hingga dilanjut sampai sekarang saat kuliah di Universitas Diponegoro” tutur Wisnu Dewantoro, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Jawa (KJ) Universitas Diponegoro.

“Musik favorit saya adalah garapan karawitan. Garapan karawitan yang saya maksud disini adalah penyajian musik karawitan yang telah mendapat penggarapan baik itu dinamika, tempo dan lain sebagainya. Atau dapat dikatakan terdapat kreativitas seorang komposer dalam garapan tersebut. Penggarapan inilah yang menghadirkan banyak kejutan di setiap menitnya, sehingga siapapun yang mendengarkan pasti akan menunggu kelanjutan dari musik tersebut. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa saya sangat tertarik dengan garapan karawitan” lanjutnya.

Wisnu tertarik di UKM KJ karena UKM KJ adalah satu – satunya UKM yang mendalami seni karawitan di Undip, sehingga menjadi sarana baginya untuk mengembangkan bakat. Selama 1 sampai 2 tahun aktif dalam UKM tersebut, ternyata banyak hal yang bisa ia pelajari terkait dengan kesenian jawa, baik itu manajemen pementasan, organisasi, relasi dengan seniman profesional dan lain sebagainya.

Ia juga menyampaikan dalam masa pandemi ini UKM KJ masih tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan, antara lain pementasan online, terdapat 2  pementasan yang diselenggaran secara virtual yaitu kegiatan pementasan karya tari dan musik secara virtual oleh UKM Kesenian Jawa dalam rangka memperingati World Dance Day (WDD). Pementasan tersebut berjudul Karmaphala yang ditanyakan melalui youtube UKM Kesenian Jawa Undip pada 29 April 2021.  Link kegiatan dapat di akses di channel youtube https://www.youtube.com/watch?v=Zbem5xtcMqs .

Selanjutnya adalah PRESISI (Pentas Presiasi Seni) yakni kegiatan pementasan karya sebagai wujud nyata dari pelestarian seni dan budaya daerah, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dalam perencanaan disesuaikan dengan inovasi dan kreativitas anggota dan pengurus. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak generasi muda terutama mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan kesenian tradisi, kreasi, dan kontemporer. PRESISI merupakan agenda tahunan UKM Kesenian Jawa UNDIP, penggarapan dilakukan pada semester ganjil.

“UKM KJ juga melaksanakan beberapa perlombaan online antara lain, NFF atau National Folklore Festival Universitas Indonesia yang merupakan kompetisi tahunan yang diadakan oleh Departemen Apresiasi Seni dan Budaya BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Pada 2020 UKM Kesenian Jawa UNDIP mendelegasikan Tari Dukderan, dan mendapatkan juara kedua NFF 14th dan tahun 2021 UKM KJ mendelegasitan Tari Manggar Mayang. Selanjutnya JAVARTION kompetisi virtual ini kami mengikuti cabang Seni Karawitan, dan membawakan dua lagu yaitu Lancaran Slendhang Biru slendro 9 dan ladrang asmarandana slendro manyuro” tuturnya.

Lebih lanjut Wisnu menuturkan kegiatan-kegiatan UKM KJ yang lain adalah kunjungan studi secara virtual ke UKM seni lain diluar Undip guna menambah pengetahuan terkait pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) di masa pandemi covid-19, seperti studi banding dengan BKKT UNS dan UKM Kesenian Jawa Universitas Jember. Ada pendidikan dasar yang merupakan salah satu agenda wajib dan merupakan masa orientasi bagi calon anggota UKM KJ yang ilaksanakan pada semester ganjil. Pada kondisi pandemi ini diadakan pula latihan rutin musik dan tari secara online melalui berbagai platform seperti Microsoft teams, zoom, dan google meet. Kemudian kegiatan apresiasi seni terhadap pementasan karya seni yang dilakukan oleh komunitas atau kelompok seni tertentu.

“Menurut saya kesenian jawa ini adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang menjadikan lebih indah dan lebih tertib. Karena kesenian jawa mengajarkan norma dan etika dalam setiap karyanya, misalkan dalam lingkup kecil karawitan, kita diajarkan bagaimana bersikap dan beretika ketika bermain karawitan. Kesenian jawa bisa menjadi tuntunan, tontonan, dan tantangan dalam kehidupan ini, jadi bukan hanya sekedar hiburan. Mendengarkan suara gamelan atau menari dan praktik secara langsung juga dapat membuat kita lebih tenang dan tubuh kita bisa istirahat sejenak dari hiruk pikuknya kehidupan” kata mahasiswa jurusan Teknik Sipil ini.

“Kita para generasi muda adalah generasi yang akan membawa kemana kapal besar Indonesia ini berlayar. Masa depan negeri ini ditentukan seberapan besar kontribusi yg kita berikan. Suatu negara dikatakan maju bukan hanya dilihat dari kekuatannya atau dari kekayaannya, namun juga dipandang seberapa maju pendidikan dalam negara tersebut, oleh karena itu mari kita bersama memajukan di negeri ini. Bagi yang masih kuliah jadikan momen kuliah ini untuk membanggakan negeri kita tercinta” pungkasnya. (Linda Humas)