D-DART atau Diponegoro Disaster Assistance Response Team merupakan tim penanggulangan bencana Universitas Diponegoro yang betugas untuk menangani segala macam bentuk bencana di dalam maupun luar negeri. Tim ini dibentuk berdasarkan SK Rektor Universitas Diponegoro dan berada di bawah koordinasi Pusat Penanggulangan Bencana pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro (LPPM UNDIP). Tugas dari tim D-DART adalah menyusun kajian, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana di bawah koordinasi LPPM UNDIP.

D-DART sendiri didirikan pada 4 Maret 2020 dan memiliki anggota aktif dalam membantu penyelenggaraan D-DART. Anggota D-DART terbagi menjadi dua, anggota inti; yaitu dosen, anggota KSR, MENWA, dan Pramuka. Mahasiswa juga terlibat dengan menjadi anggota relawan yang direkrut oleh BEM masing-masing fakultas, termasuk sekolah vokasi, dan pasca sarjana.

dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med, MMR, Sp.And. (K), Ph.D. selaku Ketua Umum D-DART UNDIP menuturkan support dan bantuan yang diberikan D-DART kepada civitas akademika Undip dalam masa pandemi ini antara lain Layanan Isolasi Mandiri Undip, meliputi layanan hotline konsultasi dan pemantauan kesehatan dengan konsep tele-counselling, tujuan layanan hotline isoman D-DART ini yaitu fasilitasi isoman dirumah yang terpantau sehingga mengurangi penumpukan di rumah sakit. Selanjutnya layanan tempat isolasi mandiri khusus dosen dan pegawai UNDIP (yang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku), pemberian paket obat sesuai rekomendasi dokter, paket sehat jiwa melalui mindfulness spiritual setiap Senin sore melalui Ms. Teams, layanan olahraga bersama setiap selasa dan kamis pagi melalui Ms. Teams dan melakukan pemilahan pasien untuk menghuni RIM UNDIP (Ruang Iso Man UNDIP) yang telah disediakan UNDIP bekerjasama dengan RSND di salah satu bangsal di RSND.

“Sekarang, kami menyediakan layanan telehealth utamanya bagi civitas Undip, baik dosen, tendik, dan mahasiswa. Namun, dulu di awal pandemi kami sempat mendukung masyarakat dan tenaga Kesehatan dengan memproduksi APD berupa hazmat, head box, face shield, masker nano filter, hand sanitizer juga penyemprotan desinfektan di bangunan publik” ungkapnya.

dr. Zulfa berpesan agar masyarakat tidak panik, jika merasakan gejala maka segera melakukan test. Jika hasil test mengarah ke COVID, maka segera melaporkan ke Puskesmas, melakukan isolasi mandiri dan memberitahu kepada rekan atau keluarga yang ada kontak dalam beberapa hari terakhir.

“Tetap patuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Saat ada gejala awal ringan yang muncul, usahakan untuk tetap tenang dan coba lakukan tatalaksana non farmakologis dahulu. Mintalah asistensi layanan telehealth yang tersedia. Jaga Kesehatan untuk menguatkan imun dengan memenuhi nutrisi dan cairan harian, istirahat cukup, olahraga rutin, manajemen stress. Bijak dalam mengonsumsi sesuatu sesuai kebutuhan dan indikasi. Sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik bagi diri kita” terangnya. (Linda Humas)