SEMARANG –Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan webinar dalam rangka World Class Professor (WCP) menggandeng University of Malaya membahas pengembangan kualitas publikasi riset terkait metode riset psikologi yang berkembang saat ini. WCP yang mengangkat tema “Current Trends in Research Methods in Psychology to Improve Quality of Published Articles” dilaksanakan pada Sabtu (17/7/2021).

Program WCP Undip – Malaya University tersebut dijadwalkan berlangsung dari tanggal 17 Juli – 26 Agustus 2021, dirancang sebagai salah satu program mendukung Kamus Diponegoro menuju World Class University.  Dekan Fakultas Psikologi Undip, Prof. Dian Ratna Sawitri, S.Psi., M.Si., Ph.D yang sekaligus bertindak sebagai ketua panitia mengemukakan bahwa kesediaan University of Malaya yang masuk dalam 100 universitas terkemuka dunia versi QS, patut disyukuri.

Menurut Sawitri, Fakultas Psikologi Undip sudah sejak beberapa waktu lalu menjalin kerjasama dalam konteks kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan universitas terbesar di Malaysia. “ Program World Class Professor sebenarnya sudah sering kami lakukan. Sudah banyak profesor berkelas dunia yang kami undang. Program ini juga dimaksudkan agar terjadi interaksi antara dosen dan peneliti dari Undip dengan  profesor ternama dan unggul dari luar negeri, sehingga bisa meningkatkan kehidupan akademis dan kompetensi,” harap Prof Witri.

Sebagai awalan diselenggarakan webinar pertama yang terselenggara pada Sabtu (17/7/2021) menghadirkan Associate Professor Dr. Mohd Awang Idris dari Departmen of Anthropology and Sociology University of Malay; kemudian Diaspora Indonesia yakni Dr. Yulita PhD dari Faculty of Business Economics and Social Development Universiti Terengganu Malaysia;  dan Dr. Novi Qonitatin, S.Psi., M.A, dosen Fakultas Psikologi Undip.

Dr. Mohd Awang Idris membawakan materi berjudul Current Trends in Research Methods in Psychology. Dalam melakukan penulisan metode penelitian dalam psikologi, menurut dia, bisa dilakukan dengan menjalankan simulasi, mengembangkan konsep sebagai seseorang yang baru saja menulis buku, atau menggunakan formulasi dengan menulis makalah. “Kita harus menguasai bahasa Inggris dengan baik untuk melihat jurnal-jurnal yang ada, dan mampu mengulas hal-hal yang baru,’ jelasnya.

Awang Idris mengakui, biasanya penulis memang kurang maksimal. Hal ini terjadi akibat kurangnya penalaran teoretis, kelemahan metodologis, analisis yang buruk, analisis sederhana dan outline tulisan yang buruk.  Dia mengingatkan agar keterbatasan tersebut dihindari sedini mungkin. Misalnya, dalam melakukan penelitian, bisa mencari data dari persepsi peserta, menggunakan kuesioner,atau  mengumpulkan data secara cross-sectional.

Sementara itu dosen dari Fakultas Psikologi Undip, Dr. Novi Qonitatin, S.Psi., M.A memberikan materi degan judul Mixed Method in Psychology. Menurutnya, Mixed Method in Psychology adalah suatu prosedur untuk mengumpulkan, menganalisis dan “mencampurkan” metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi atau serangkaian studi untuk memahami masalah penelitian.

Metode ini menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif, campuran secara bersamaan atau berurutan, atau menekankan baik data yang sama atau tidak sama. Situasi khas di mana metode campuran tersebut adalah membandingkan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif, menggunakan penelitian kualitatif untuk membantu menjelaskan temuan kuantitatif, untuk mengeksplorasi menggunakan penelitian kualitatif dan kemudian menggeneralisasi temuan ke populasi besar menggunakan penelitian kuantitatif, untuk mengembangkan instrumen karena tidak ada yang tersedia atau berguna atau untuk menambah eksperimen dengan data kualitatif.

Novi menegaskan, metode campuran adalah pendekatan terbaik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sebab, bisa menggabungkan pengumpulan dan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Juga menggabungkan atau mencampur dua set data secara eksplisit, membingkai studi salah satu desain penelitian metode campuran mixed, memberikan diagram prosedur untuk memperjelas waktu, prioritas, dan pencampuran dalam penelitian dan memberi isyarat kepada pembaca bahwa penelitian ini menggunakan metode campuran.

Sementara itu, Dr. Yulita PhD dari Faculty of Business Economics and Social Development, Universiti Terengganu Malaysia saat menjadi pembicara mengambil tema berjudul Multilevel Longitudinal and Shortitudinal Research Approaches. Multilevel research adalah penelitian yang  menangkap kompleksitas dari fenomena individu, yang bisa dilihat dari  komposisi konsensus langsung, mengacu pada individu, atau grup tempat individu berkorelasi.

Metode penelitian ini bisa dilakukan dengan melihat dan menghubungkan konteks ke individu. Diantaranya, bagaimana hubungan individu dan/atau hasil dipengaruhi oleh konteks yang lebih luas dan mengintegrasikan informasi pada tingkat individu dan kelompok. “Penelitian ini bisa dilihat dari lingkup  mikro atau makro, dilanjutkan dengan pengukuran dan analisis data yang kompleks dalam beberapa tingkatan,’’ jelasnya.

Rangkaian kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan pada 5 Agustus 2021 “Academic Writing for Publications Workshop”, 18 Agustus 2021 Orasi Ilmiah “Improving Adaptability in Work and Family Settings” dalam rangka Dies Natalis ke-26 Fakultas Psikologi UNDIP, serta 26 Agustus 2021 yaitu Kuliah Dosen Tamu “Changing Nature of Work and Job Design” dan Webinar “Building Constructive Voice in Organization”, dengan menghadirkan pula narasumber dari Fakultas Psikologi UNDIP. (tim humas)