SEMARANG- Hardian Sylvanandra Prayitno SPi MM, merupakan salah satu alumni dari Program Studi S1 Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro (UNDIP), yang kini sukses meniti karier sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) sekaligus sebagai pebisnis udang vaname.

Sebagai ASN (dulu disebut PNS), Hardian yang merupakan angkatan tahun 2002, kini menjabat sebagai Kepala Seksi Penangkapan Ikan dan Kenelayanan di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung; dan usaha udang yang dikelolanya di Lampung juga berkembang dengan baik. “Kedua kegiatan itu sama-sama berbasis perikanan,” kata Hardian, saat diwawancara belum lama ini.

Dia menyatakan kuliah di Prodi Teknologi Hasil Perikanan FPIK Undip memberi bekal pengetahuan dan ketrampilan yang lebih dari cukup selama kita mau mengembangkannya. ‘’Kita tahu tenaga yang memiliki kompetensi untuk pengembangan ketahanan di bidang perikanan dan kelautan masih sangat dibutuhkan.Kita masih sangat membutuhkan sumber daya manusia untuk melakukan inovasi dalam pengembangan pangan hewani, khususnya ikan dan sumber daya laut untuk mencerdaskan masyarakat,’’ dia menambahkan.

Secara gamblang dia menceritakan awal karirnya. Setelah lulus kuliah langsung pekerjaan sebagai Chief Supervisor di salah satu perusahaan ekspor dan impor ikan, PT Multi Sari di Makassar. Satu perusahaan yang pernah mendapat predikat terbaik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Namun saat ada pengumuman dia diterima sebagai sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi lampung, tahun 2008, perjalanan hidupnya berubah. ‘’Dikarenakan saya satu-satunya yang memilki basic Teknologi Hasil Perikanan dan memiliki sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point yang didapat waktu kuliah, maka saya langsung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan Inspektur Mutu,” kenangnya.

Bersyukur pelatihan dapat diselesaikan dengan baik. Hardian lulus da kemudian ditugaskan sebagai Inspektur Mutu di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung. Secara khusus dia menjadi pengawas perusahaan ekspor ikan dan hasil laut lainnya yang ada di wilayah Provinsi Lampung.

Di sela perjalanan karirnya, Hardian juga ditugasi untuk mengikuti pelatihan Training of Trainer (TOT) Pembina Mutu. ‘’Sejak tahun 2014 sampai saat ini, saya dipercaya Gubernur Lampung untuk memegang beberapa jabatan. Saat ini saya sebagai Kepala Seksi Penangkapan Ikan dan Kenelayanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung. Tugas utama saya adalah membina, memfasilitasi para nelayan dan mengendalikan penangkapan ikan di Provinsi Lampung,’’ jelasnya.

Hardian berterus terang, berbekal keahliannya, selain sebagai ASN dia juga merambah dunia bisnis. ‘’Selain sebagai PNS, saya juga memilki usaha tambak udang vaname. Ketertarikan saya  untuk budidaya dan bisnis udang vaname  dikarenakan Lampung memilki beberapa perusahaan ekspor udang yang besar,’’dia mengungkapkan alasannya

Pengalaman saat mengenyam pendidikan di bangku kuliah, juga aktivitasnya dalam berorganisasi, membawa dia seperti sekarang ini. ‘’Banyak manfaat yang saya peroleh dari perkuliahan untuk tugas atau pekerjaan yang saya geluti saat ini. Penerapan mutu hasil penangkapan ikan di pelabuhan perikanan  dan membina para nelayaan agar hasil tangkapannya memilki kualitas mutu yang baik.  Sehingga tidak hanya untuk diekspor saja, tetapi juga untuk masyaraka kita.’’

Mengenai usaha tambak udang yang dikelolanya, dipastikan tidak mengganggu kegiatannya sebagai ASN karena Hardian menerapkan disiplin waktu yang ketat. Pilihan mengembangkan usaha tambak udang vename (Litopenaeus vannamei) didasari pertimbangan karena vename merupakan jenis udang dengan ukuran tubuh lebih besar daripada udang biasa, namun lebih kecil dari udang windu.

Budidaya udang yang memiliki tubuh berwarna agak putih dengan warna kekuningan ini, masih sangat prospektif. Sebab, udang vename yang memiliki daging yang tebal, selain itu udang dengan kaki berwarna putih ini  pangsa pasarnya masih sangat besar. Tingginya minat masyarakat mengkonsumsi udang vename, membuat prospek bisnisnya cukup cerah.

Di sela kegiatannya yang padat, Hardian pun tetap aktif di organisasi. Bahkan saat ini selain sebagai Kertua Fortuner Klub Lampung, dia juga menjadi Ketua DPD Keluarga Alumni Perikanan (Kerapu), Undip, Lampung.

Yang pasti, untuk almamaternya, khususnya Program Studi Sarjana Teknologi Hasil Perikanan FPIK Undip, dia berharap agar bisa berkembang dengan baik karena kebutuhan SDM Perikanan yang begitu besar. Hardian yakin Prodi Teknologi Hasil Perikanan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang penanganan, pengolahan, pengemasan, dan distribusi ikan yang sesuai dengan higiene, sanitasi, manajemen mutu, dan standarisasi secara maksimal. (tim humas)