“Untuk belajar dan mendalami jurusan yang kita akan pilih, pertama kita harus mengetahui kelebihan dan kekurangan diri kita. Kebetulan saya dari jurusan IPS dan lebih enjoy belajar dengan membaca, mengerti dan menghapal, ini adalah alasan pertama, dan alasan selanjutnya setelah lulus dari Fakultas Hukum, saya ingin menjadi Notaris atau PPAT dan bekerja di perusahaan yang membutuhkan ilmu hukum. Jurusan Hukum menarik karena dalam aplikasinya sudah ada patokan atau dasar yang kita jadikan acuan, seperti hal nya dalam memeluk agama, sudah ada kitab suci yang mengatur, dan penjabaran atau yang tidak atau belum diatur ada dalam yurisprudensi” ungkap Indah Ully Rahmawati, Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

“Saya dulu masuk di Universitas Diponegoro melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan atau PMDK pada tahun 1999. Saat ini saya bekerja sebagai notaris di Kota Tangerang, saya juga aktif sebagai Konsultan Hukum di Group Perusahaan Tambang PT. Baramulti Sugih Sentosa” lanjutnya.

Setelah lulus dari Undip di tahun 2004, ia mengambil studi lanjut S2 Notariat Universitas Indonesia, sambil bekerja di Badan Narkotika Nasional, sebagai tenaga honorer. Indah menuturkan perjuangan dan pengalamannya dengan lika-liku kehidupan Jakarta, sebagai anak perantauan ia harus menyesuaikan jadwal kantor, kuliah dan naik kereta sambil berdesak-desakan dan waspada menjaga barang kita dari copet.

“Setelah lulus S2, saya mencari pekerjaan dan sama sekali tidak memiliki koneksi, saya mengirimkan lebih dari 20 lamaran kerja yang saya cari melalui yellow page dan akhirnya diterima sebagai asisten Notaris Muchlis Patahna, SH.,  berkantor di Gedung Wisma Bakrie I, Jalan Rasuna Said, Jakarta selama kurang lebih dua tahun. Di notaris ini saya banyak belajar tentang hukum Perusahaan, Perbankan dan Pertanahan, ditengah situasi sudah lulus S2 dan tidak mungkin meminta biaya lagi ke orang tua, untuk jajan saja hampir tidak pernah, mengingat gaji sebagai asisten sangat terbatas dan saya harus mengatur keuangan agar pada masa hari-hari libur besar, saya bisa beli tiket untuk pulang kampung mengunjungi keluarga” kenangnya.

“Dua tahun kemudian, sejalan dengan persyaratan untuk menjadi Notaris sudah terpenuhi, saya mengajukan ijin menjadi Notaris dan ditempatkan di Kabupaten Lebak, sambil menjadi konsultan Hukum di PT. Renaissance Capital Asia dan PT. Borneo Mining Services. Sejalan dengan persyaratan pindah kantor Notaris terpenuhi saya kemudian menjadi Notaris di Kota Tangerang dan Konsultan Hukum Pertanahan (Legal Land Acquisition) di PT. Baramulti Sugih Sentosa, suatu Perusahaan yang bergerak dibidang Pertambangan Batubara, memiliki beberapa anak Perusahaan dan konsensi tambang Batubara di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara” tuturnya.

“Kalau pengalaman selama di Undip tentu banyak sekali, terutama dosen-dosennya yang sangat disiplin dalam menyampaikan atau mentransfer ilmu kepada mahasiswa. Selain itu lingkungan atau kampus serta perpustakaan sangat mendukung untuk belajar dengan nyaman. Kegiatan diluar perkuliahan seperti ekstrakulikuler atau organisasi sangat mendukung dalam proses belajar, waktu itu saya ikut kegiatan Teater Temis, HMI, acara Inagurasi, dsb, kegiatan-kegiatan itu menjadi pengalaman berkesan. Lalu Kuliah Kerja Nyata dengan mahasiswa jurusan lain dan melakukan kegiatan yang positif pada masyarakat. Hal-hal tersebut tentunya sebagai sebuah proses pembelajaran bagi saya, saya belajar hidup mandiri dan memiliki banyak teman baik teman kampus ataupun teman di kost” terangnya.

“Bagi para generasi muda, memang saat ini masa yang sulit karena pandemi Covid-19 yang terjadi diseluruh dunia. Namun jangan menyurutkan langkah kita untuk terus belajar dan meraih masa depan, yakinlah bahwa proses tidak akan mengingkari hasil, siapa yang belajar dan bersungguh-sungguh hasil pasti akan mengikuti” pungkasnya. (Linda Humas)