“Saat itu saya menginginkan bisa diterima di universitas negeri dan Universitas Diponegoro menjadi tujuan utama saya untuk melanjutkan studi karena Undip merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Saya mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru  atau SPMB dengan pilihan pertama Fisip Komunikasi dan Ekonomi adalah pilihan kedua, diterimanya di Ekonomi. Bisa masuk Fakultas Ekonomi Undip menjadi kebanggaan, saya sangat senang dan  fokus belajar tentang keuangan pemasaran serta hal-hal yang bersifat strategi dalam mengelola keuangan di sebuah perusahaan” tutur Deka Novendra Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

“Saya angkatan tahun 2003 dan lulus tahun 2008, setelah lulus dari Undip  saya bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara PT. PERTAMINA Persero, mulai bekerja tahun 2008 dan resign pada tahun  2013 untuk mengembangkan usaha yang awalnya menjadi sampingan. Usaha itu sudah saya rilis sejak tahun 2010, yakni bisnis batik tulis asli dari kabupaten yang saya cintai yaitu Wonogiri” ungkapnya.

Deka memberi label usahanya dengan nama “Novendra Batik Tulis Wonogiri” yang hingga sekarang semakin berkembang. Target penjualan batik produksinya diarahkan pada kaum milenial, warna-warna yang menarik serta motif yang tidak pasaran menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan pelanggannya pun dari kelas dunia, banyak para model dari Thailand, Singapura  bahkan negara ASEAN lainnya menggunakan batik Novendra.

“Batik wonogiri biasa disebut batik tulis wonogiren mempunyai ciri khas yang kuat dan saya mencoba memodifikasi motif-motifnya menjadi lebih kontemporer, eklusif dan modern, karena permintaan para pelanggan juga. Selain itu setiap satu motif batik akan dijahit menjadi satu baju, sehingga baju yang kita pakai jarang disamai” tuturnya.

“Selama lima tahun menimba ilmu di Undip tentunya telah menjadikan saya pribadi yang mandiri dan selalu berfikir out of the box. Namun yang utama adalah saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk memasuki dunia kerja maupun bisnis. Selain itu di Universitas Diponegoro lah saya mempunyai teman baru dari berbagai latar belakang dan daerah yang beda-beda. Pendidikan adalah hal yang paling fundamental di era saat ini. Tanpa fundamental yang kuat tidak akan tercipta pribadi yang berkualitas” pungkasnya. (Linda Humas)