Sebagai salah satu disiplin ilmu, Administrasi Publik berperan dalam mengatur, mengarahkan dan mempercepat perubahan sosial, sesuai dengan harapan masyarakat. Dalam mewujudkan hal tersebut, Administrasi Publik menjalankan fungsinya sebagai pelaksana dan sekaligus mengarahkannya, agar seluruh kegiatannya termasuk yang dilaksanakan oleh masyarakat, terfokus pada tujuan utamanya berupa perubahan sosial yang diinginkan. Untuk melakukan kegiatan yang membawa perubahan nilai-nilai, Administrasi Publik memiliki posisi memelihara dan memantapkan kehidupan bersama. Sementara dalam manajemen sektor publik, Good Governance dipandang sebagai suatu acuan yang harus dibangun oleh birokrasi suatu lembaga atau institusi agar dapat menjalankan fungsi-fungsi manajemen publik dengan semestinya. Good Governance berperan penting pula dalam menjalankan prinsip-prinsipnya di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Secara umum arti dari Good Governence adalah penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, baik dan berwibawa, Good Governance bisa  tercapai jika ada sinergitas antara Birokrasi Pemerintah, Masyarakat Sipil baik LSM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan lain-lain serta Sektor Swasta, Media Massa dan Perguruan Tinggi. Jika kita kaitkan dengan Manajemen Publik terutama tentang Pelayanan Publik, bagaimana para Pelaku Good Governance itu sendiri terlibat dalam merumuskan, melaksanakan dan melakukan evaluasi terhadap  kebijakan  tidak terkecuali kebijakan di masa pandemi. Tanpa ada sinergitas dari  para pelaku  tersebut tidak akan berhasil dengan maksimal suatu kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah” tutur Dra. Dyah Hariani, MM, Dosen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

Ia menyampaikan untuk melaksanakan fungsi manajemen publik agar berjalan secara efektif, yang mesti dilakukan pemerintah adalah melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat dimasa pandemi, dibuat perencanaan yang matang lalu diimplementasikan,dan implentasi ini didukung oleh masyarakat, pelaku usaha, Perguruan Tinggi, Media Massa Kebijakan. Program Pemerintah dimasa pandemi cukup banyak, disini peran dari para Pelaku Good Governance dituntut untuk bisa mengubah cara pandang publik (masyarakat) terhadap perubahan, misalnya dengan cara menyampaikan  (sosialisasi) yang benar, agar masyarakat tidak terpengaruh oleh berita-berita yang tidak benar, berita hoax dan sebagainya.

“Berbicara mengenai manajemen pada intinya bagaimana mengelola suatu organisasi untuk mencapai tujuannya secara efisien dan efektif melalui fungi-fungsi manajemen ,yaitu fungsi manajemen secara singkat adalah POAC atau Planning, Organizing, Actuating, Controlling, meskipun ada fungsi-fungsi lain selain POAC, misalnya fungsi Budgeting, Leading , Comunicating, Inovating, Representating dimana fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan oleh Pemimpin Organisasi. Untuk manajemen Publik sendiri berkaitan dengan Manajemen Pelayanan Publik, hal ini dikarenakan semakin kompleks permasalahan dan kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa  yang memerlukan pelayanan yang yang lebih cepat, lebih baik, lebih pasti yang tercermin dalam indikator Kualitas Pelayanan Publik, yaitu tangible, realibility, responsiveness, assurance dan empaty” lanjutnya.

Sebagai dosen pengampu mata kuliah Manajemen Publik, Kebijakan Publik dan Keuangan Publik, ia mengatakan mempelajar ilmu-ilmu di Administrasi Publik itu menyenangkan. Kita akan belajar manajerial, melakukan analisis, berpikir strategis, berkomunikasi, mengelola organisasi bahkan juga belajar angka-angka atau matematika. Di Departemen Administrasi Publik ada dua konsentrasi, Kebijakan Publik dan Manajemen Publik (kurikulum 2017), mata kuliah Kuliah Konsentrasi Manajemen Publik (kurikulum 2017), meliputi Manajemen Pelayanan Publik, Analisis Organisasi, Komunikasi Organisasi Publik, Keuangan Negara, Manajemen Sumber Daya Sektor Publik. Untuk kurikulum 2020 Mata kuliah yang berkaitan dengan Manajemen Publik masih ada dan bebas diambil oleh semua mahasiswa.

Harapannya untuk kemajuan Undip menuju World Class University, menurutnya dukungan semua Civitas Akademika Undip, dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk masing-masing peran dari Civitas Akademika, baik dosen, karyawan, mahasiswa  dan manajemen yang baik dari Pimpinan Universitas, akan kuat mendorong Undip menuju WCU. “WCU akan membawa perubahan terhadap Undip sendiri, Undip mampu bersaing dengan kampus-kampus dunia sekaligus menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan Perguruan Tinggi tingkat dunia yang sangat dibutuhkan di era globalisasi. Undip dengan WCU dapat mendatangkan kerjasama di tingkat nasional maupun Inernasional, baik dari perguruan tinggi,  dunia usaha, lembaga-lembaga lainnya atau kerjasama penelitian, kerjasama bisnis, pertukaran mahasiswa, magang dan sebagainya” pungkasnya. (Linda Humas)