Delvin Aurelya Listanti, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan KKN Pulang Kampung di Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Program kerjanya adalah mengajak masyarakat dengan perilaku hidup bersih sebagai salah satu bentuk memutus mata rantai Covid-19 dan berinisiatif membuat produk hand sanitizer herbal berbahan utama daun sirih.

Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, namun seiring kesibukan masyarakat yang menginginkan cara yang lebih praktis maka dibuatlah sebuah inovasi produk pembersih tangan berbahan alami yang dapat memudahkan masyarakat untuk digunakan kapan saja dan dimanapun tanpa perlu dibilas dengan air. Bahan yang diperlukan cukup sederhana yakni daun sirih, aquades atau air masak, perasan jeruk nipis dan gel lidah buaya. Bahan-bahan tersebut diolah kemudian dikemas dalam botol spray kecil yang diberi label. Tips pembuatan hand sanitezer juga dibuat dalam poster dan ditempel dibeberapa titik lokasi agar masyarakat dapat mengakses dan mempraktekannya.

Delvin juga melakukan pendampingan pembelajaran bagi siswa SD, SMP dan SMK, seperti membantu belajar Kimia, matematika dan pendampingan pembelajaran perkalian dengan media “Poka” atau pohon perkalian dan “Bunani”  atau bulat warna warni bagi siswa SD. Media pohon perkalian adalah media pohon perkalian merupakan media pembelajaran Matematika untuk menghitung hasil dari perkalian bilangan-bilangan, keunggulannya adalah siswa dapat dengan mudah dan cepat menghitung hasil dari perkalian.

Metode unik ini dapat membuat siswa merasa senang belajar matematika khususnya pada persoalan perkalian. Perkalian pada awalnya terasa sulit, kini siswa dapat menyelesaikannya dengan mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan cara yang lama. Media pembelajaran “Pohon Perkalian” dengan teknik permainan dalam kegiatan pembelajaran perkalian matematika akan semakin membuat siswa tertarik belajar matematika. (Linda Humas)