SEMARANG – Program Studi Gizi (PSG) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (UNDIP) terus melakukan terobosan dan pengembangan baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana Prasarana (Sarpras) hingga Kualitas Pembelajaran guna menuju persaingan di kancah global. Semua itu dilakukan setelah Prodi S1 yang didirikan tahun 2002 tersebut berhasil mempertahankan status akreditasi unggul yang berlaku sampai tahun 2025.

Sebagai pioner dalam program pendidikan sarjana gizi bersama 4 universitas lain, yakni (UGM, UB, UNHAS, dan Universitas Esa Unggul), PSG FK Undip pada tahun 202 kembali meraih predikat A melalui Keputusan (Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan) LAM-PTKes No. 0489/LAM-PTKes/Akr/Sar/XI/2020. Berlaku hingga 26 November 2025. Langkah berikutnya adalah mempersiapkan diri untuk mendapatkan akreditasi internasional.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Gizi FK Undip, Dr. Diana Nur Afifah, S.TP., M.Si, dalam sesi wawancara, Kamis (19/8/2021) mengatakan fokus persiapan masuk kancah global dilakukan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Belum semua dosen bergelar doktor. Untuk itu kami fokus mendorong studi lanjut para dosen baik di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Diana Nur Afifah.

Diungkapkan, PSG FK Undip sudah mengantongi akreditasi A sejak tahun 2016, dan saat dilakukan evaluasi di tahun 2020 status akreditas A atau Unggul bisa dipertahankan. Karena itu, kemudian dicanangkan untuk bisa meraih akreditasi internasional.

PSG FK Undip dirintis di Zona Pendidikan RSUP Dr Kariadi Semarang, dimana salah satu inisiator adalah Prof. Dr. dr. Satoto, SpGK (almarhum). Prof Satoto mempunyai keinginan besar hadirnya program studi gizi yang lengkap, mulai dari Prodi sarjana (S1), pendidikan profesi gizi, Magister Gizi (S2), Program Doktor (S3), serta program pendidikan vokasi (diploma) vokasi.

Waktu itu diawali dengan beberapa pertemuan beberapa ahli dan pemerhati gizi di wilayah Kota Semarang, akhirnya terbentuklah PSIG dengan nomor Surat Keputusan (SK) Pendirian Program Studi: 1870/D/2002 dan tanggal SK pendirian 3 September 2002 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Kemudian namanya berubah menjadi Program Studi Gizi mengacu pada Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 257/M/KPT/2017 tentang Nama Program Studi Pada Perguruan Tinggi.

Dr. Diana menjelaskan, Akreditasi Prodi (Sarjana) S1 Gizi dikeluarkan oleh LAM-PTKes dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dan di antara 5 tahun terdapat surveilans. Pada tahun 2010, masih dengan BAN-PT mendapatkan perdikat B, namun sejak 2016 dan terakhir tahun 2020 mendapatkan predikat A berdasarkan Keputusan LAM-PTKes No. 0489/LAM-PTKes/Akr/Sar/XI/2020.

Untuk pengembangan kurikulum, PSG FK Undip sendiri mengikuti Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Panduan dari AIPGI (Asosiasi Intitusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia). Paling lama 5 tahun sekali dilakukan peninjauan kurikulum dengan diawali penyelenggaraan workshop hingga lokakarya kurikulum yang mengundang tidak hanya dosen, namun juga alumni, pengguna, dan stakeholder.

Disinggung terkait strategi mempertahankannya akreditasi dan rencana untuk akreditas Internasional, dia menjelaskan meski sudah mendapatkan predikat Unggul (A) dengan nilai 380, namun untuk poin SDM perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah jumlah dosen bergelar doktor dan dosen yang memiliki jabatan fungsional Lektor Kepala dan Guru Besar atau profesor. Karena itu fokus untuk menata dan memperkuat SDM menjadi program prioritas.

Program prioritas lain yang terus dikebut adalah mempersiapkan pembukaan Prodi Dietisien (program profesi). Program ini untuk memperkuat kompetensi lulusan program sarjana supaya memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan beragam kerjasama di antaranya bermitra dengan Rumah Sakit yang ada di Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang maupun Propinsi Jawa Tengan terutama sebagai lahan praktek mahasiswa saat semester 7 hingga kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri juga dimatangkan. Bahkan saat dilakukan pendandatanganan kerja sama untuk studi lanjut dosen dan kerja sama penelitian dengan Kanazawa University Jepang, Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum hadir secara langsung (foto). Perguruan tinggi luar negeri lain yang menjadi mitra PSG Undip adalah Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Gyeongsang National University Korea Selatan.

Dalam program pengabdian masyarakat, PSG Undip menggandeng Bank BTPN untuk Program Kader Kesehatan Purnabakti dan beberapa kerjasama dengan pihak industri. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mewujudkan visi Program Studi Gizi yang Bereputasi dan Unggul di Bidang Gizi Berbasis Molekuler di Tingkat Nasional dan Internasional pada Tahun 2025. (tim humas)