SEMARANG- Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (UNDIP) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terhadap para lulusan mahasiswanya, salah satunya melalui program exchange student (pertukaran mahasiswa) ke luar negeri. Saat ini  program sudah dilakukan dengan perguruan tinggi di Jepang, dan akan diperluas dengan menggandeng perguruan tinggi di Belanda.

Ketua Prodi Magister Ilmu Gizi FK Undip, Gemala Anjani, S.P., M.Si, PhD, mengatakan pertukaran mahasiswa magister dimulai tahun 2019 melalui kerja sama dengan Kanazawa University Jepang. Kerja sama tersebut dimanifestasikan dalam University Short-term Exchange Program for Science and Technology (KUEST) yang kemudian berganti nama menjadi The Kanazawa University Exchange Program (KUEP). Universitas Kanazawa yang berada d ibukota prefektur Ishikawa memiliki dua kampus utama, yakni Kakuma dan Takaramachi.

“Untuk periode pertama ada dua mahasiswa yang kami berangkatkan ke Kanazawa Jepang dengan beasiswa JASSO selama enam bulan. Kemudian pada periode kedua tahun 2020, dua mahasiswa kami kembali terpilih untuk program yang sama untuk program satu tahun tetapi kemudian beralih menjadi online karena pandemi Covid-19,” ujar Gemala Anjani dalam sesi wawancara dengan tim humas, Rabu (25/8/2021).

Melihat manfaat yang diperoleh dari kerja sama tersebut, Prodi Magister Gizi FK Undip berupaya memperluas kerja sama yang dilakukan ke universitas lain. “Kami tengah memantapkan kesepakatan kerja sama dengan University of Ryukyu Jepang dengan skenario RISE atau Ryukyus International Student Exchange Program. Selain itu, tengah dijajaki hal serupa dengan sebuah universitas di Belanda,” dia menambahkan.

Keberanian Prodi Magister Ilmu Gizi Undip melangkah ke kancah internasional, salah satunya dilandasi perolehan akreditasi unggul yang sudah diperolehnya. Magister Ilmu Gizi FK Undip yang sudah terakreditasi A sejak tahun 2018 dengan no 0843/LAMPTKES/Akr/Mag/XII/2018 dari Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) atau Indonesian Accreditation Agency for Higher Education in Health (IAAHEH).

Hal lain yang mendorong pengembangan program pertukaran mahasiswa adalah kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kemendikbudristek yang menegaskan bahwa tujuan program Pertukaran Mahasiswa salah satunya adalah menunjang penguatan kompetensi yang menjadi bekal bagi karier mahasiswa di masa mendatang. Program pertukaran mahasiswa juga menjadi cara yang efektif mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dalam memahami pentingnya memiliki jaringan internasional.

Gemala Anjani mengungkapkan, Prodi Magister Ilmu Gizi Undip saat ini juga menjadikan program pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualifikasinya. Di tahun 2021 mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Gizi melakukan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan PT Kalimantan Prima Persada mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dalam membangun generasi mendatang.

Dari hasil kajian diperoleh gambaran masih rendahnya kualitas kesehatan ibu dan anak serta tingginya angka stunting di daerah Kalimantan.  Karena itu dilancarkan program edukasi masyarakat arti penting dan strategisnya gizi pada anak yang akan dilakukan secara berkesinambungan. Materi yang masuk dalam program tersebut di antaranya tentang ASI Eksklusif pada Kader Posyandu, dan Gizi Remaja pada beberapa sekolah binaan. “Sasaran kegiatan ini meliputi beberapa daerah di Kalimantan yaitu, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kerjasama dengan PT Kalimantan Prima Persada akan terus dilanjutkan di antaranya dengan kegiatan penelitian oleh mahasiswa.”

Bentuk kerja sama lain yang dilakukan bersama kalangan industry adalah program Matching Fund dengan PT Inasentra Unisatya untuk Pengembangan Permen Gummy Herbal untuk Imunitas Anak.  “Upaya ini sebagaimana visi kami yakni menjadikan lulusan Program Studi Magister Ilmu Gizi UNDIP bereputasi dan unggul dalam bidang Gizi Medik berbasis molekuler pada tahun 2025,” tukasnya. (tim humas)