Beberapa tahun belakangan ini, kesadaran masyarakat untuk memperbaiki masalah kesehatan gigi semakin meningkat.  Bukan lagi bagaimana mengatasi lubang gigi atau keluhan lainnya namun sudah masuk dalam masalah estetika atau kecantikan gigi, misalnya penggunaan kawat gigi dan gigi tiruan. Gigi tiruan merupakan alat bantu untuk menggantikan gigi yang hilang dan jaringan gusi di sekelilingnya. Penggunaan gigi tiruan dapat mengatasi keluhan yang muncul akibat gigi hilang, seperti gangguan makan dan berbicara, serta menurunnya rasa percaya diri.

“Akhir-akhir ini banyak sekali anak muda yang menggunakan kawat gigi, terlalu dipaksakan tetapi bukan pada tempatnya. Kawat gigi bisa mengkoreksi kelaian-kelainan yang awalnya hanya tampak secara garis micro saja, tetapi harus memenuhi kaidah indikasi. Dilemanya sekarang, anak-anak muda salah tempat untuk memasang kawat gigi, tidak ke dokter gigi malah di tempat yang tidak semestinya” ungkap drg. Bintoro Kardinoto, Dokter Gigi Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro.

“Fungsi kawat gigi diantaranya adalah untuk merapikan gigi dan mengkoreksi. Gigi itu jumlahnya banyak dan harus harmonis susunannya, oklusinya pun mesti harmonis. Keharmonisan itu dapat menjaga kesehatan dalam tubuh juga. Jika oklusi bagus otomatis  pengunyahan semakin bagus, pencernaan menjadi semakin optimal” lanjutnya.

Menyoal mengenai pembedahan jika ada kelainan pada gigi, menurut drg. Bintoro pembedahan itu ada standarnya, artinya tidak langsung tiba-tiba dibedah. Di lihat dari awal ada indikasi tertentu, misalnya tulangnya terlalu maju, baru kemudian dilakukan perawatan ortodonti atau  kawat gigi. Jika ia tidak maksimal, treatmen selanjutnya yaitu perawatan dengan pembedahan.  Jadi tidak semata-mata misa rahangnya maju lantas dilakukan pembedahan tetapi ada kriteria dan prosedurnya.

“Pembersihan gigi secara baik adalah dengan cara menyikat gigi minimal dua kali sehari dan jangan terbalik. Bangun pagi, habis sarapan baru gosok gigi, kemudian sebelum tidur  jangan lupa menggosok gigi. Sikat gigi yang bagus adalah yang bisa menyikat hingga sela-sela, berarti kecil kepalanya dan bulunya lentur atau halus, otomatis bisa menjangkau sampai kebelakang. Jadi disarankan untuk menggunakan sikat gigi yang kecil dan jangan terlalu lebar atau besar” tuturnya.

“Pandemi ini jangan menjadi alasan untuk tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut, karena kesehatan gigi dan mulut itu penting untuk kesehatan bersama dan diri sendiri. Semakin gigi  bagus, semakin gigi dirawat, kualitas hidup akan semakin bertambah. Dan di masa mendatang  kita akan lebih tampil estetik, jadi masa muda kita rawat, masa tua pun gigi kita akan menampilkan estetik yang bagus. Kalau kita tidak rawat dari sekarang, masa depannya nanti kita tidak akan tahu. Jadi kita harus rajin merawat mulai saat ini, jagalah kesehatan gigi dan mulut  dari sekarang agar masa depannya tidak menyesal” pesannya. (Linda Humas)