SEMARANG — Universitas Diponegoro (UNDIP) mampu menjaga keberadaannya di posisi terhormat pada pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang dilakukan THE World University Ranking (WUR) Tahun 2022. Dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam pemantaun THE WUR 2022, Undip menduduki peringkat ke-7 nasional.

Sedangkan secara global, Undip masuk di kelompok 1.200+ bersama beberapa universitas ternama di Indonesia seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor (sekarang memakai nama IPB University), Universitas Padjajaran, dan Universitas Airlangga. Pemeringkatan secara global Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) 2022 melibatkan 1.600 universitas yang tersebar di 99 negara dan wilayah.

Dalam berbagai kesempatan, Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum, selalu mengapresiasi hasil pemeringkatan yang dilakukan lembaga internasional dan nasional, termasuk hasil pemeringkatan yang dibuat THE WUR. “Kami menerimanya dengan bersyukur karena apapun itu adalah hasil upaya yang tidak mudah. Namun perlu kami tegaskan, seluruh sivitas akademika Undip tidak akan berhenti berupaya memperbaiki kinerja, dan hasil pemeringkatan tersebut menjadi salah satu masukan yang kami catat untuk bahan evaluasi kami,” kata Prof Yos Johan, Jumat (3/9/2021).

Dengan raihan tersebut, Undip tercatat mampu mempertahankan posisi terhormat dalam jajaran 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam dua tahun pemeringkatan secara berturut turut. Pada THE WUR 2021 yang dipublikasikan September tahun lalu, perguruan tinggi yang berpusat di Kota Semarang ini juga berada dalam jajaran 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Untuk membuat peringkat, THE WUR memakai indikator sama dengan yang dipakai tahun 2021, yaitu teaching, research, citations, industry income, dan international outlook.

Berdasarkan hasil pemeringkatan kali ini, urutan pertama ditempati oleh Universitas Indonesia, dengan hasil Overall: 27,2-31,9; posisi kedua Institut Teknologi Bandung Overall: 22,4-27,1; posisi ketiga Universitas Pendidikan Indonesia Overall: 22,4-27,1; keempat Universitas Airlangga Overall: 10,6-22,3.

Kemudian di posisi kelima ditempati Bina Nusantara University Overall: 10,6-22,3; keenam Universitas Brawijaya Overall: 10,6-22,3; ketujuh Universitas Diponegoro Overall: 10,6–22,3; kedelapan Universitas Gadjah Mada Overall: 10,6-22,3; kesembilan Universitas Hasanuddin Overall: 10,6-22,3; dan kesepuluh Institut Pertanian Bogor Overall: 10,6-22,3.

Sebagai catatan, hasil tahun ini menunjukkan universitas yang mempublikasikan riset bidang Kesehatan terkait Covid-19 memiliki kenaikan signifikan pada sitasi, meski belum jelas apakah peningkatan di aspek sitasi ini akan mengubah hirarki pendidikan tinggi yang ada. Analisisis tim data THE mengidentifikasi 19 institusi pendidikan tinggi yang menunjukkan peningkatan tinggi pada nilai sitasi dari 2021-2022, 11 diantaranya berasal dari China, satu dari Taiwan dan lainnya dari HongKong.

Institusi dengan lompatan besar pada sitasi adalah Capital Medical University, Wenzhou Medical University and Wuhan University, semuanya berada di China daratan dan menunjukkan peningkatan sampai 30 poin. Peningkatan sitasi ini menjadi bagian dari tren besar di China, dan banyak terjadi pada universitas elite.

David Watkins, Kepala Bagian Data Science pada THE mengatakan riset terkait Covid dan terutama yang terkait vaksin mendapat dana sangat besar dan diprioritaskan, beberapa artikel mendapat lebih dari 20.000 sitasi dalam masa setahun setelah dipublikasikan. Sedangkan hasil studi Caroline Wagner, Kepala Bidang Kerjasama Internasional pada Ohio State University, menyimpulkan mayoritas sitasi terkait Covid adalah artikel-artikel yang ditulis oleh Lembaga di China bekerjasama dengan universitas ternama di Amerika Serikat atau Inggris.

Pada skala global Universitas Oxford dari Inggris memuncaki keseluruhan ranking, dan berhasil menempati posisi ini selama enam tahun berturut-turut. California Institute of Technology dan Harvard University sama-sama berada di posisi kedua. University of Oxford adalah universitas tertua di Inggris memiliki kurang lebih 20.000 mahasiswa dengan komposisi yang relative sama antara undergraduates dan postgraduates. Universitas ini memiliki staf yang berasal dari 100 negara dan 40% mahasiswanya berasal dari berbagai negara.

California Institute of Technology memiliki keunikan tersendiri karena jumlah mahasiswanya relative sedikit dibandingkan universitas lain. Mereka memiliki 1.000 mahasiswa S1 dan 1.250 S2 dan S3. Caltech memiliki enam departmen dengan penekanan kuat pada pengajaran dan riset science dan technology. Lembaga ini berdiri pada 1891 dengan nama Throop University in 1891 dan berubah menjadi Caltech pada 1920. Harvard University yang sama-sama berada di posisi kedua adalah salah satu dari Ivy League, sekelompok universitas swasta top di Amerika Serikat. Harvard berdiri pada 1636, merupakan universitas tertua di negara itu. (tim humas)