Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro menyelenggarakan  Webinar Nasional bertema “A Shift From Media Planning to Communications Planning Enter the Super Planner”, (7/9). Hadir sebagai narasumber Dr. Akhmad Edhy Aruman, Dosen Post Graduate Program (S2) Sekolah Tinggi KomunikasiThe London School of Public Relations, Jakarta. – Research Associate Center of Alternative Dispute Resolution and Empowerment-Institut Pertanian Bogor (CARE-IPB) dan dimoderatori oleh dr. Yanuar Luqman (Dosen Komunikasi Undip).

Webinar ini dilatarbelakangi oleh era disrupsi yang merubah paradigma berfikir para pelaku komunikasi strategis. Kompleksitas masalah dengan berbagai macam konsekuensinya, mengharuskan pelaku komunikasi strategis melakukan adaptasi. Hal ini terjadi karena saat berbicara mengenai perencanaan komunikasi yang ditampilkan lebih banyak berbicara soal media daripada elemen komunikasi yang lain. Dengan kata lain ketika berbicara tentang perencanaan media, maka perhatian utamanya adalah bagaimana menjangkau sebanyak mungkin audiens yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan biaya yang tepat. Sedangkan perencanaan komunikasi lebih sedikit berbicara tentang bagaimana menjangkau orang daripada memengaruhi mereka. Diskusi menjadi penting karena akan membuka persepektif/pemahaman baru dengan dasar tantangan perubahan pola komunikasi manusia, khususnya pada konteks Komunikasi Strategis.

Sedangkan tujuan dari webinar adalah memberikan pemahaman tentang perubahan praktik perencanaan Komunikasi Strategis di Indonesia dan memberikan pemahaman kompleksitas tantangan dan peluang dalam praktik Komunikasi Strategi.

Dalam materinya Dr. Edhy menyampaikan teknologi khususnya internet sosial media, telah memberdayakan orang. Di masa lalu, iklan merupakan sumber informasi utama bagi konsumen. Kini, orang dapat memutuskan sendiri apakah mereka ingin membeli satu merek. Dengan insentif yang tepat, konsumen atau audiense cenderung lebih loyal. Perencanaan komunikasi memungkinkan cara yang lebih strategis untuk menentukan pilihan media utama dan strategi koneksinya.

“Perencanaan komunikasi di era Google dan Facebook membutuhkan serangkaian keterampilan dan keahlian yang lebih luas di luar pengalaman perencanaan media dan bakat untuk ide, seperti Being strategic Digital proficiency is essential, Keahlian dalam wawasan konsumen, Multichannel understanding dan Collaboration qualities” tuturnya.  (Linda Humas)