Kamis, 16 Agustus 2021 bertempat secara daring di zoom, Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro bekerjasama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Komisariat Daerah Semarang kembali menyajikan webinar yang membahas peran strategis pertanian di Indonesia. Webinar ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan memperkuat jejaring kerjasama antar berbagai pihak yang terlibat.

Webinar yang mengangkat tema “Peran Strategis Pertanian dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Penyedia Pangan” ini dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, M.S., M.Agr., IPU dan dimoderatori oleh Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Komisariat Daerah Semarang, Dr. Ir. Edy Prasetyono, M.S. Webinar ini menghadirkan dua pembicara yang sudah ahli di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc dan Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, M.Sc. Prof. Bustanul Arifin merupakan Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia sekaligus Guru Besar di Universitas Lampung. Sementara itu, Dr. Arifin Rudiyanto merupakan Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas. Nama besar dari beliau berhasil menarik antusiasme masyarakat, tercatat webinar ini dihadiri 209 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan.

Dalam webianr yang berlangsung selama 3 jam ini, Prof. Bustanul Arifin menyampaikan bahwa pandemi telah mengacaukan sistem perekonomian. Akibatnya adalah produksi pertanian juga belum bisa kembali normal. Pola panen dan produksi padi justru menajdi semakin tergantung dengan musim. Kondisi ini banyak ditemui pada komoditas tanaman pangan, seperti padi dan jagung. Sementara itu, kondisi berbeda justru ditunjukkan untuk sektor perunggasan dan perkebunaan kelapa sawit. Keduanya justru menunjukkan trend yang semakin positif. Sementara itu, untuk gula juga masih mengharuskan Indonesia untuk mengimpor dari negara lain. Untuk mengatasi beragam masalah ini, diperlukan adanya penguatan ekosistem pertanian dan penerapan dari food system approach. Pemerintah kedepan perlu untuk memfasilitasi perubahan teknologi dari sisi input, intervensi kebijakan, menyiapkan off taker dalam market driven approach, membuat konsep kemitraan inklusif, dan memperkuat akses pembiayaan serta literasi keuangan.

Di lain sisi, Dr. Arifin Rudiyanto dalam paparannya menjelaskan jika struktur demografi dan pola konsumsi telah menajdi dasar perencanaan pembangunan pangan dan pertanian. Peningkatan pendapatan dan urbanisasi menyebabkan peningkatan permintaan pangan yang berkualitas dan ketersediaan makanan olahan yang bergizi. Pola konsumsi masyarakat sekarang realitanya adalah mengkonsumsi lebih sedikit sayur, buah, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan protein hewani. Sementara itu dari sisi supply, pertanian konservasi atau berkelanjutan menajdi prinsip dalam penguatan produksi dalam negeri. Hal ini mengingat kondisi ketersediaan lahan, irigasi pertanian, dan penuaan pada petani. Kondisi pandemi juga menyebabkan sektor pertanian mengalami gangguan rantai pasok pangan, sistem distribusi pangan, penurunan daya beli konsumen, ketidakstabilan harga pangan, penurunan akses pasar ke petani. Mengingat konsumen semakin hari menuntut pangan yang berkualitas maka perlu adanya transformasi sistem pangan dan pertanian agar sejalan dengan permintaan konsumen dan perubahan iklim. Cara yang bisa dilakukan adalah sistem pangan nasional berkelanjutan, regionalisasi sistem pangan, food estate, pertanian digital, dan korporasi petani.

Di akhir acara, Ketua Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Diponegoro yaitu Siwi Gayatri, S.Pt., M.Sc., Ph.D juga menyampaikan bahwa acara ini adalah sebuah kerjasama untuk membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat terkait kondisi pertanian. Dikaji dari sisi akademisi dan pelaku kebijakan diharapkan peserta bisa memahami secara komprehensif terkait kondisi pertanian hari ini. Harapannya kedepan Program Studi Magister Agribisnis bisa lebih banyak membantu masyarakat umum kaitannya dengan menambah wawasan dan pemahaman di sektor pertanian.