“Awalnya saya mendaftar ke beberapa universitas dan Universitas Diponegoro merupakan salah satu universitas pilihan yang saya pilih, tetapi ternyata memilih Undip adalah keputusan terbaik yang saya ambil. Alasan pertama adalah Undip merupakan salah satu universitas dengan ranking tertinggi di Indonesia, tentunya saya harus memilih universitas terbaik. Kedua, Undip terletak di Kota Semarang yang menurut saya salah satu kota terindah di Indonesia. Saya menyukai perpaduan antara modernitas dan alam yang ada di kota ini” ungkap Ramalina Ranaivo Mikea Manitra, Mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Hukum Undip yang berasal dari Madagascar.

“Undip memiliki program IUP, sebagai mahasiswa internasional, program dalam bahasa Inggris akan menjadi  kesempatan terbaik yang bisa saya dapatkan. Apalagi karena jurusan saya yaitu hukum, sangat kompleks dan saya ingin mengambil spesialisasi hukum internasional, pengetahuan tentang hukum dalam bahasa Inggris akan sangat berguna” lanjutnya.

“Pertama kali di Semarang, kesan saya adalah udaranya panas, saya sudah mendengar dari teman-teman saya bahwa Semarang itu panas sekali, saat sudah tinggal di sini saya baru tahu apa maksud mereka. Selain itu makananannya pedas, di negara saya masyarakatnya tidak terlalu menyukai makanan pedas. Saya dulu pernah tinggal di Solo, namun makanan di sana masih ada rasa manisnya. Ketika di Semarang, saya pernah mencoba memesan ayam goreng dengan beberapa pilihan beberapa saus sambal. Saya fikir sambalnya tidak terlalu pedas jadi saya memilih saus sambal hijau. Ternyata ketika pesanan sudah datang, ayamnya dilumuri dengan saus sambal hijau. Semua daging ayamnya penuh dengan sambal” tutur Manitra mengisahkan awal-awal tinggal di Semarang.

“Saya kuliah di Semarang selama satu tahun ini, sayangnya karena masa pandemi COVID-19 sehingga kuliah masih online. Jadi saya belum merasakan bagaimana rasanya bangun pagi, pergi ke gedung Fakultas Hukum untuk kuliah menghadiri kelas tatap muka bersama dosen dan teman-teman. Saya menyempatkan pergi ke Gedung FH, ternyata tempatnya indah sekali. Meskipun kuliah masih online, rasanya bersama teman-teman dan para dosen seperti sudah mengenal lama, ternyata komunikasi itu tidak ada batasnya, baik itu melalui internet maupun tatap muka secara langsung. Selama pandemi ini selain kuliah, saya menghabiskan waktu membaca buku, menulis puisi atau novel dan menonton film di Netflix. Kadang juga saya berolahraga atau jalan-jalan, olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh di masa pandemi ini” terangnya.

“Bagi teman-teman mahasiswa yang ingin atau sudah mengambil studi jauh dari negara asal, tetap semangat. Memang tidak mudah hidup jauh dari keluarga dan terlepas dari zona kenyamanan yang kita punya dulu. Akan tetapi ini adalah jalan kehidupan untuk mendapatkan kesuksesan dan menambah pengalaman di tempat atau negara lain. Saya yakin bahwa segala perjuangan akan menjadikan kita berhasil di masa depan. Kita bisa mandiri, mengelola jadwal belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliah, melakukan aktivitas dengan disiplin, mulai dari membersihkan  kamar sendiri, memasak dan sebagainya. Setiap apa yang kita lakukan, setiap uang yang kita keluarkan, setiap tetes keringat, suatu saat pasti akan membuahkan hasil. Jadi jangan menyerah, kalian tidak sendiri, masih banyak mahasiswa seperti saya dan yang lain sedang berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik” pungkas Manitra. (Linda Humas)