Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Diponegoro Semarang bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menggelar kegiatan sosialisasi tentang migrasi siaran televisi dari analog ke siaran digital, pekan lalu.

Dalam sambutannya Asih Budiastuti selaku Ketua DWP Undip sekaligus Komisioner KPID  menyampaikan bahwa migrasi siaran televisi analog ke digital ini sangat penting dalam dunia penyiaran di tanah air. Apalagi merupakan amanah undang-undang yang harus direalisasikan sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

“Akan tetapi warga masyarakat masih belum mengerti apa itu migrasi siaran analog ke digital atau Analog Switch Off atau ASO. Maka kami pandang penting untuk menggelar sosialisasi tentang ASO ini” ungkap Asih Budiastuti mengenai tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut” tuturnya.

Sementara Ketua KPID Jateng, Muhammad Aulia Assyahiddin memandang penyiaran digital sangat penting lantaran ada sejumlah keuntungan di antaranya adalah adanya kepentingan publik untuk mendapatkan layanan penyiaran yang berkualitas.

“Digitalisasi penyiaran juga membuat adanya efisiensi industri penyiaran di tengah disrupsi layanan internet streaming. Dampak lainnya adalah bisa menghindari sengketa dengan negara-negara tetangga yang disebabkan interferensi spektrum frekuensi di wilayah-wilayah perbatasan negara” terangya.

Wakil Ketua KPID Jateng, Achmad Junaidi menambahkan migrasi siaran analog ke digital di Jawa Tengah akan dimulai secara bertahap berdasar zonasi. Untuk tahap pertama akan dimulai pada 30 April 2022 dengan zona Jawa Tengah 2, Jawa Tengah 3, Jawa Tengah 6 dan Jawa Tengah 7. Untuk zona Jawa Tengah 5 dan Jawa Tengah 8 menyusul pada November 2022. Sudah ada beberapa pemohon saluran televisi baru di Jawa Tengah. Tentunya akan makin beragam program televisi kita dengan adanya digitalisasi penyiaran ini. Yang juga berdampak pada terbukanya lapangan baru. (Linda Humas)