Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro menggelar Webinar Nasional “Riset Kualitatif di Era Digital” (29/9). Hadir sebagai narasumber Dr. Eriyanto (Dosen Universitas Indonesia/Pakar Riset Komunikasi/Penulis “Analisis Jaringan Komunikasi”), Dr. Turnomo Rahardjo (Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Undip) dan acara dimoderatori oleh Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, S.Sos., M.Si (Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Undip).

Dalam kesempatannya, Dr. Turnomo menyampaikan mengenai penelitian fenomenologi. Phenomenology mempelajari apa yang tampak atau menampakkan diri (phainomenon/fenomen) ke dalam pengalaman subjek, Ilmu pengetahuan (logos) tentang apa yang tampak (phainomenon), Phainomenon adalah realitas yang tampak dalam persepsi individu dan kehadiran sebuah objek, kejadian, atau kondisi dalam persepsi seseorang.

“Fenomenologi melihat objek atau peristiwa dari cara pandang seseorang sebagai perceiver. Kita mengetahui sebuah pengalaman atau kejadian secara sadar dan menguji persepsi kita tentang peristiwa tersebut. Semua yang dapat kita ketahui adalah apa yang kita alami. Fenomenologi berarti membiarkan sesuatu menjadi terlihat atau manifest seperti apa adanya” tuturnya.

Dalam penelitian fenomenologi adalah dengan membuat ringkasan dari keseluruhan penelitian, menegaskan hasil penelitian dengan mengemukakan perbedaan terhadap penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, menjelaskan hasil penelitian dengan kemungkinan penelitian lanjutannya, menghubungkan hasil penelitian dengan kegunaan penelitian, menghubungkan hasil penelitian dengan profesi peneliti, menghubungkan hasil penelitian dengan relevansi sosial dan menutup penjelasan dengan menawarkan tujuan dan arah penelitian selanjutnya.

Sementara dalam materinya yang berjudul Netnografi, Pendekatan Kualitatif dalam Memahami Percakapan di Media Sosial, Dr. Eriyanto menuturkan Netnografi berangkat dari jejak online / jejak digital. Jejak digital adalah perilaku orang di dunia digital yang terekam. Jejak digital ini bentuknya bermacam-macam, mulai dari posting di media sosial, komentar di forum belanja, apa yang dicari di mesin pencarian, komentar di forum online, dsb.

Metode netnografi mengalami perubahan (evolusi) dari sebelumnya studi mengenai komunitas virtual di internet ke studi mengenai percakapan di media sosial. Perubahan fokus studi netnograf ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi dan  kehadiran media sosial yang mengubah kehadiran individu di internet.

“Netnografi adalah penelitian yang berpusat pada data atau data-site. Peneliti pertama kali berhadapan dengan data yang jumlahnya sangat besar atau big data. Peneliti harus mengumpulkan, mensortir dan menseleksi data tersebut agar relevan dengan tujuan penelitian. Pada titik ini, peneliti bisa menggunakan software terutama yang digunakan untuk mengambil data. Meski menggunakan software, peneliti Netnografi harus menyadari bahwa penelitian Netnografi adalah penelitian “first-hand”, peneliti adalah instrument itu sendiri. Software tidak boleh menggantikan prinsip dasar netnografi seperti engagement dan immersion” terangnya. (Linda Humas)