Prestasi membanggakan kembali diukir oleh Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP). Prestasi akademik yang sejalan dengan Visi Undip ini dipersembahkan oleh Anung Riyanti (FISIP, Hubungan Internasional 2018), Muhammad Alfarizzi Salvikran (FT, Teknik Perkapalan 2018), dan Bangun Damar Tyasto (FT, Teknik Perkapalan 2018) yang tergabung dalam Tim DART Universitas Diponegoro.

Setelah bersaing dengan beberapa tim mahasiswa yang berasal dari seluruh Indonesia, Tim DART Universitas Diponegoro akhirnya berhasil meraih Juara Pertama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di kegiatan Pekan Nasional Kemaritiman (PESIAR) 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Departemen Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Makassar pada Rabu, (15/09).

Pada kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) mengambil tema “Penguatan Sektor Maritim”. Lomba yang digelar secara daring ini, Tim DART Universitas Diponegoro mengusung tema “Floating Turbine: Renewable Energy, Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut”. Penelitian ini berdasarkan studi kasus di Selat Larantuka, Flores Timur, NTT.

Mewakili tim DART, Anung Riyanti mengungkapkan persiapan untuk mengikuti kegiatan Pekan Nasional Kemaritiman (PESIAR) 2021 yang dimulai pada bulan Juli lalu, pada saat ketiganya sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Persiapan kami tidak terlalu lama dan panjang karena keterbatasan waktu dan kami bertiga memiliki kesibukan masing-masing”, ungkap mahasiswi Prodi Hubungan Internasional Fisip Undip itu saat diwawancarai tim Humas, Sabtu (02/10).

“Yang cukup menantang adalah keterlibatan saya sebagai ketua tim DART mewakili UNDIP dengan bidang ilmu yang berbeda dengan 2 anggota tim DART yang berasal dari Teknik Perkapalan. Di Hubungan Internasional sendiri ada mata kuliah studi maritim yang berhubungan dengan kemaritiman, namun secara teknis untuk memahami sebuah desain teknologi kami yang bernama floating turbine cukup sulit dan perlu waktu panjang”, jelas Anung.

Floating turbine sendiri merupakan alternatif pembangkit listrik bagi wilayah yang memiliki rasio elektrifitas rendah di sekitar pesisir. Teknologi ini memanfaatkan potensi current tidal wave di perairan selat.

Adapun beberapa keunggulan dari teknologi ini antara lain pembangkit listrik non-polutan, tidak merusak lingkungan dan biota laut, energi dapat disimpan untuk cadangan pada kondisi darurat, menggunakan pontoon sehingga dapat dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan, dan maintenanve yang mudah dan murah.

Pekan Nasional Kemaritiman (PESIAR) 2021 merupakan salah satu program kerja atau kegiatan dari Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Departemen Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Periode 2021. Pada kegiatan yang terbuka untuk semua mahasiswa D3/D4/S1 seluruh Indonesia ini memiliki 3 macam lomba yang menarik, yaitu lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI), lomba Prototype & Inovasi Kapal Cepat (LOPI), dan lomba Video Kreatif Nasional.

Selain itu, adapula Webinar Nasional dengan tema “Strategi Penguatan Industri Maritim Indonesia Timur dalam Mewujudkan Poros Maritim Dunia”. Webinar ini bertujuan sebagai ajang tukar pikiran pada lingkup maritim demi menujang terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Lebih lanjut, tim DART Universitas Diponegoro berencana mengikuti kompetisi Marine Icon 2021 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Insistut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. “Sudah submit abstrak dalam kompetisi Marine Icon ITS pada 30 September lalu. Kami sedang menunggu hasil seleksi abstrak dan akan memungkinkan untuk kami mencari kompetisi lain yang berkaitan dengan teknologi kelautan dan renewable energi yang menjadi fokus kami”, ungkap Anung.

Walaupun pandemi masih berlangsung, mahasiswa Univeristas Diponegoro harus tetap produktif menghasilkan inovasi-inovasi baru untuk masyarakat sekitar. “Untuk semua mahasiswa agar produktif dan berani mencoba hal baru untuk memanfaatkan privilege kita sebagai mahasiswa agar dapat berprestasi dan syukur-syukur kalau ide kita bisa membantu hajat hidup orang banyak”, pesan Anung.