Semarang, Jawa Tengah (6/10) – Peran alumni sangat besar dalam mendukung kemajuan fakultas dan universitas. Begitu yang terjadi pada Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip), pengakuan atas reputasinya di tingkat nasional dan internasional tidak terlepas dari kontribusi para alumni baik secara langsung maupun tak langsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Rektor III Bidang Komunikasi dan Bisnis UNDIP, Dwi Cahyo Utomo SE MA PhD, mengatakan hal itu saat memberi sambutan mewakili Rektor dalam Talk Show Jejaring Alumni FPP Undip, dengan tajuk “Bakti Alumni Bersinergi Membangun Negeri”, yang digelar pada Sabtu (2/10/2021).

Dikatakan, peran alumni FPP Undip yang tergabung dalam wadah Ikatan Alumni Fakultas Peternakan dan Pertanian (IKAFATERTAN) Undip patut dicatat. ‘’Para alumni juga harus bangga, sebab prestasi FPP sangat baik. Begitu juga dengan perkembangannya yang luar biasa. Bagaimana dulu dengan keterbatasan, bergerak merangkak dari nol, dan kini luar biasa,’’ kata Dwi Cahyo Utomo.

Menurut dia, saat ini posisi FPP Undip bukan saja pada level nasional, tapi juga di tingkat internasional. Karena itulah, Dwi mengajak para alumni yang tergabung dalam IKAFATERTAN berjuang dengan semangat baru untuk kejayaan Undip.

“Hasil terakhir yang dicapai, pemeringkatan QS Graduate Employability Rankings 2022 menetapkan Undip pada peringkat pertama di Indonesia. Artinya, para lulusan Undip paling cepat diserap pasar kerja, dan bekerja di lembaga yang kredibel”, tambah Dwi.

Hal itu merupakan pengakuan bahwa kiprah para alumni baik di lembaga publik, swasta, maupun yang menjadi wirausaha berada pada posisi yang penting. Untuk itu, perlu semangat baru di Undip yang bisa dikembangkan, di antaranya adalah menguatkan sinergi alumni dan universitas dalam berbagai program.

Sementara itu Dekan FPP Undip, Prof Dr Ir Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono MS MAgr IPU, pada acara digelar secara daring dan luring mengungkapkan FPP terus berbenah untuk menguatkan posisinya. ‘’Tahun ini, kita sudah masuk dalam persaingan dunia. Peternakan FPP Undip di tingkat nasional ada di ranking 2. Di Asia, kita ranking 66 dan untuk Internasional, ranking 326, yakni masuk 500 besar,’’ tutur pria yang akrab disapa sebagai Bambang Whep ini.

Berbagai pembenahan terus dilakukan. ‘’Tahun depan, kita akan membangun gedung empat lantai. Perlu diketahui juga, semua Program Studi di FPP telah terakreditasi A Unggul,’’ dia menambahkan.

Saat ini, ada dua departemen di FPP, yakni Departemen Peternakan yang memiliki Prodi S1 Peternakan, S2 Peternakan, dan S3 Peternakan; dan Departemen Pertanian dengan Prodi S1 Agribisnis, S2 Agribisnis, S1 Teknologi Pangan dan S1 Agro Teknologi. ‘’Tujuh program studi yang ada di FPP semuanya sudah terakrditasi A.’’

Yang menggembirakan, selain akreditasi, animo mahasiswa baru  untuk masuk ke FPP Undip juga terus meningkat. ‘’Dari tahun 2019 ke 2021 ini naik dua kali lipat, saat 2019 animo di angka 400, sekarang 825,’’ katanya.

Selaku Dekan, Bambang Whep mengajak para alumni untuk berpartisipasi langsung mendorong kemajuan FPP. Banyak pola kerjasama yang bisa dilakukan dengan alumni. Termasuk kekuatan alumni dalam membangun jejaring. Dia juga berharap organisasi alumni bisa dikembangkan secara struktural dari DPP, DPD sampai DPC di kabupaten/kota di Indonesia.

Fakultas Peternakan dan Pertanian merupakan salah satu fakultas unggulan yang ada di Undip. Visi yang diusung adalah menjadi fakultas unggul bertaraf Internasional bidang IPTEKS peternakan dan pertanian kawasan tropis tahun 2030, sedangkan misinya adalah mengembangkan program pendidikan unggul bidang peternakan tropis untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif.

Untuk mewujudkannya, selain memperbaharui kurikulum dan pengajaran, kegiatan riset dan dukungan laboratorium yang memadai sangat diperlukan. Salah satu laboratorium dan tempat riset unggulan adalah kandang ayam sistem modern FPP yang mampu menampung 33 ribu ayam, kebun buah, serta laboratorium kerwirausahaan. Juga tersedia laboratorium ternak potong dan laboratorium ternak perah yang salah satu programnya melakukan persilangan sapi lokal dan sapi dari luar. (tim humas)