SEMARANG – Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV UNDIP) melalui Program Studi Sarjana Terapan Informasi dan Humas, bertekad mencetak para praktisi profesional yang mampu mengelola komunikasi aktif maupun pasif. Program Studi (Prodi) Diploma IV yang diselenggarakannya didedikasikan untuk menghasilkan para profesional kehumasan yang mampu mengelola komunikasi aktif sekaligus mampu mengelola informasi pasif.

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Dr Ir Budiyono MSi, mengatakan pemilihan nomenklatur Prodi Informasi dan Humas dilandasi tekad tersebut. Di era digital, kata Prof Budiyono, kebutuhan akan tenaga kehumasan selain membutuhkan bekal keahlian public relations juga perlu dukungan kemampuan pengelolaan informasi yang mencakup pengelolaan big data, digital archive, kemampuan membuat konten digital serta strategi digital public relations.

“Tantangan praktisi kehumasan sekarang adalah kemampuan mengelola informasi aktif dan pasif secara baik. Itu yang menjadi komitmen kami untuk menyediakan tenaga siap pakai dengan kompetensi yang sesuai dengan tantangan zaman,” kata Prof Budiyono, Selasa (19/10/2021).

Karena itu, kata dia, penyelenggara pendidikan tinggi vokasi perlu intens melakukan pembenahan dan penyesuaian. Hal itu karena perubahan terjadi sangat cepat, sehingga penyiapan sumber daya vokasi harus adaptif dan akomodatif terhadap perubahan, meski harus tetap mengacu pada regulasi yang ada.

Saat ini, kata Budiyono, Prodi Str Informasi dan Humas merupakan satu-satunya Prodi Sarjana terapan yang mengkhususkan diri mencetak praktisi profesional kehumasan yang kompeten mengelola komunikasi pasif dan komunikasi aktif secara pararel. Pada awalnya, pilihan tersebut menghadapi banyak tantangan karena memulai sesuatu yang benar-benar baru.

Dalam perjalanannya, dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan makin berperannya ruang digital dalam kehidupan bersama semakin menegaskan bahwa pilihan memakai nama Prodi Informasi dan Humas ternyata relevan dengan situasi dan kebutuhan zaman. “Dalam konteks ini, kami bersyukur saja. Namun itu juga kami harus terus memperbaharui diri, karena perubahan sering terjadi sangat cepat,” ujarnya.

Sekolah Vokasi Undip saat ini memiliki 11 program studi (Prodi) D IV dan berkomitmen untuk fokus pada program sarjana terapan. Konsekuensi dari kebijakan tersebut, sejak tahun akademik 2019/2020 tidak ada lagi penerimaan mahasiswa baru untuk program diploma tiga (D III).

Adapun ke-11 Prodi yang ada, terbagi dalam 4 departemen. Yaitu Departemen Teknologi Industri yang mengelola Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Rekayasa Perancangan Mekanik, Teknologi Rekayasa Otomasi, Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan; dan Prodi Teknik Listrik Industri. Kemudian Departemen Sipil dan Perencanaan yang mengelola Prodi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan Saintek, serta Prodi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur.

Di kelompok Soshum ada Departemen Bisnis dan Keuangan membawahi Prodi Akuntansi Perpajakan, dan Prodi Manajemen dan Administrasi Logistik. Kemudian Departemen Informasi dan Budaya memiliki dua Prodi, yaitu Bahasa Asing Terapan dan Prodi Informasi dan Humas. (tim humas)